Djokovic Tatap US Open, Marsha Akui Beruntung
Rabu, 24 Agustus 2011 | 11:13
Petenis Australia Lleyton Hewitt melakukan servis bola kepada petenis Slovenia Blaz Kavcic dalam turnaman Winston- Salem Open di Winston-Salem, North Carolina, Selasa 22 Agustus 2011. Foto: Streeter Lecka/Getty Images/AFP CINCINNATI - Novak Djokovic meyakini bakal segera pulih dari cedera bahu dan siap beraksi di turnamen tenis paling bergengsi US Open, akhir bulan ini. Djokovic, yang sepanjang tahun ini memenangi lima turnamen Masters Series, gagal meraih kemenangan keenamnya di Cincinnati Masters usai menyerah ditangan Andy Murray di laga final, Senin (22/8) dini hari.
Petenis asal Serbia ini memutuskan mundur pada pertengahan set kedua dalam kedudukan 6-4 3-0 akibat cedera bahu.
Meski gagal merealisasikan ambisi menjadi petenis pertama yang menyapu bersih enam titel Masters Series, Djokovic mengaku tidak terlalu kecewa. Menurut Djokovic, keputusan mundur itu dipilih, agar cedera bahunya tidak bertambah parah sehingga bisa segera pulih dan tampil di ajang Grand Slam, US Open.
“Saya yakin segera pulih dan siap untuk ambil bagian di US Open,” tutur Djokovic sebagaimana dikutip Eurosports, Selasa (23/8).
Keputusan Djokovic mundur dari turnamen itu, sempat dikonotasikan negatif oleh banyak kalangan. Mereka menilai, Djokovic memutuskan menyerah karena sadar bermain dengan buruk.
Dalam laga final tersebut, petenis 24 tahun ini tampil lebih lamban dari biasanya, dan groundstroke-nya pun jauh dari kata mengesankan seperti yang biasanya. Tercatat, sepanjang set pertama, Djokovic melakukan 20 unforced errors. Namun, tudingan ini langsung dibantah keras Djokovic.
“Saya mundur akibat rasa sakit di bahu. Saya tidak bisa melakukan servis dengan baik. Servis pertama saya hanya 90 mil/jam dan saya juga tidak bisa melepaskan forehands dengan baik.,” kata Djokovic.
Beruntung
Sementara itu, di partai tunggal putri, Maria Sharapova sukses merebut gelar juara Cincinnati Masters usai menumbangkan mantan petenis nomor satu dunia Jelena Jankovic di babak final.
Petenis kelahiran Rusia ini mengaku bangga bisa mengalahkan Jankovic yang menurutnya sangat tangguh. Masha sapaan akrab Sharapova harus melakoni pertarungan sengit tiga set sebelum berhasil mengangkat trofi juara keduanya di musim ini.
Sempat tertinggal di set pertama, Sharapova bangkit di dua set berikutnya untuk memastikan kemenangan 4-6, 7-6 dan 6-3. ”Pertandingan benar-benar berat. Sangat menguras fisik hingga akhir, hasilnya bahkan bisa saja berbeda,” tutur Sharapova yang mengaku bisa saja kalah di pertandingan itu jika tidak konsistensinya dalam bermain.
“Di awal pertandingan, kami saling mematahkan servis masingmasing. Sepertinya salah satu dari kami memainkan beberapa poin lebih bagus, dan lalu yang lainnya juga begitu. Level permainan kami juga kerap naik-turun sepanjang pertandingan,” kata Marsha. (tp)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kejagung Jemput Paksa Tersangka Bioremediasi Chevron
BEI Berharap Penurunan Jumlah Saham Segera Tereliminasi
BEI, Bursa Paling Atraktif di Dunia
Maharani Diajak Berhubungan Intim dengan Fathanah di Hotel
Harum Energy Bagi Dividen Rp681 Miliar
Alam Sutera Refinancing Utang Rp 734 Miliar
Penolakan Ekspor CPO Diperkirakan Hanya Strategi AS
Enam Terpidana Mati akan Dieksekusi