ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Dirut BEI: Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat
Rabu, 5 Oktober 2011 | 0:43

Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito (ketiga dari kiri) didampingi (dari kiri ke kanan), Komisaris BEI Felix Oentoeng Soebagjo, Direktur BEI Friderica Widyasari Dewi, Preskom KSEI Erry Firmansyah, Dirut KSEI Ananta Wiyogo, dan Dirut KPEI Hoesen beri penjelasan kepada para investor institusi Eropa di London, disaksikan Managing Director Daiwa Capital Markets Europe Ltd Meurig Williams, Senin (11/7). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito (ketiga dari kiri) didampingi (dari kiri ke kanan), Komisaris BEI Felix Oentoeng Soebagjo, Direktur BEI Friderica Widyasari Dewi, Preskom KSEI Erry Firmansyah, Dirut KSEI Ananta Wiyogo, dan Dirut KPEI Hoesen beri penjelasan kepada para investor institusi Eropa di London, disaksikan Managing Director Daiwa Capital Markets Europe Ltd Meurig Williams, Senin (11/7). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, minat orang Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal meningkat selama dua tahun terakhir.

"Selama dua tahun terakhir ini jumlah investor saham bertambah sekitar 200 ribu dari data pembukaan rekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)," kata Ito saat jumpa pers penyelenggaraan "Investor Summit and Capital Market Expo" 2011, di Jakarta, Selasa.

Jumlah investor saham sejak periode Juli 2009 hingga saat ini menjadi berjumlah 350 ribu. Artinya, jelas Ito, penambahan 200 ribu investor saham selama dua terakhir ini bisa dikatakan melebihi jumlah investor yang diperoleh pada tahun-tahun sebelumnya.

Sehingga menurut perhitungan statistik, total jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai 1,1 juta investor dengan rincian 350 ribu di investor saham dari data pembukaan rekening efek, sisanya ditambah dengan investor obligasi (termasuk obligasi pemerintah), investor reksa dana, dan investor yang masih memegang script saham (belum terdaftar di KSEI).

"Kita menargetkan investor pasar modal 2,3 juta investor termasuk untuk investor reksa dana maupun obligasi," tambah Ito.

Untuk meningkatkan investasi di Indonesia, BEI kembali menggelar "Investor Summit and Capital Market Expo 2011" yang telah diselenggarakan sejak 2006.

Penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk memantapkan posisi dan peran Pasar Modal Indonesia sebagai representasi komitmen pemerintah dan Self Regulatory Organization (SRO) dan masyarakat bisnis dalam meningkatkan investasi di Indonesia.

Selain itu, acara ini diharapkan dapat mendorong bangkitnya kembali ekonomi nasional, mewujudkan sinergi di kalangan pasar modal (regulator dan pelaku) dalam memanfaatkan peluang bisnis dan investasi yang tersedia, meningkatkan sosialisasi dan edukasi yang lebih terpadu bagi masyarakat tentang potensi, peluang dan nilai tambah dalam berinvestasi di pasar modal.

Tujuan lainnya, yakni menyediakan sarana yang efektif untuk sesi komunikasi, konsultasi dan promosi bagi Bapepam-LK, SRO, perusahaan tercatat, Anggota Bursa kepada para investor.

Acara bergengsi tersebut akan digelar pada 5-6 Oktober di The Ritz Carlton Pacific Place Jakarta diikuti oleh 28 emiten dan acara serupa akan diadakan di Grand City Mall, Surabaya, pada 23-24 Februari diikuti oleh 12 emiten. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!