PRESIDEN YUDHOYONO:
Diplomat RI Harus Berpandangan Global, Aktif & Kreatif
Kamis, 23 Februari 2012 | 13:59
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela pertemua G-20 di Cannes. (ANTARA/Haryanto-Setpres)
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan lima pesan khusus untuk para diplomat Indonesia yang akan bertugas di luar negeri, di antaranya perwakilan Indonesia harus berpandangan global, mengetahui misi-misinya, aktif dan kreatif.
"Ada lima pandangan dan arahan saya untuk para perwakilan Indonesia di luar negeri yaitu be confident, have a global view, know your mission, be achievement oriented serta always be ready, active and creative," kata Presiden di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis.
Di hadapan sedikitnya 130 diplomat Indonesia, Kepala Negara kemudian menjabarkan maksud dari pesan-pesannya itu yang ditujukan bagi optimalnya diplomasi luar negeri Indonesia.
"Harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi...mentalitas emerging nation, negara terbesar di Asia Tenggara, mentalitas negara anggota G20," kata Presiden.
Kemudian, kata Yudhoyono, para diplomat Indonesia harus memiliki pandangan global agar mampu bersaing dengan di era globalisasi.
"Tidak cukup kita hanya memiliki pandangan regional apalagi domestik nasional," katanya sambil mencontohkan bagaimana Indonesia turut mengambil peran dalam pemberian solusi krisis keuangan global sebagai anggota G20.
Para diplomat, kata Presiden, juga harus mengetahui dan menguasai apa yang menjadi misi dan tugasnya serta prioritasnya.
"Saya ingin semua dubes menguasai ekonomi...Ketika dunia sering dilanda krisis seperti ini maka untuk menjaga pertumbuhan kita tetap kuat yaitu melalui investasi dan ekspor," katanya.
Presiden berharap para diplomat konsisten berjuang melawan peraturan-peraturan tidak adil guna melindungi produk-produk Indonesia.
Pesan keempat Presiden adalah para diplomat Indonesia harus berorientasi pada pencapaian. "Jangan kebanyakan gledek tapi hujan tidak turun-turun," kata Presiden menegaskan ukuran kesuksesan adalah hasil.
Menurut Presiden, menghasilkan nota kesepahaman dan perjanjian adalah suatu prestasi namun lebih berhasil lagi apabila dapat menerapkan nota kesepahaman dan perjanjian-perjanjian itu.
Pada kesempatan itu Presiden secara khusus meminta para duta besar melaporkan kinerjanya secara tertulis langsung kepada Kepala Negara.
Pesan yang terakhir adalah para diplomat Indonesia harus selalu siap, aktif dan kreatif. Yudhoyono meminta agar para diplomat yang menjadi ujung tombak diplomasi luar negeri Indonesia untuk selalu siap, aktif dan kreatif mengembangkan ide-ide baru.
Sebelumnya Menlu Marty Natalegawa mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 130 perwakilan di luar negeri, yang terdiri dari 118 perwakilan lama, 11 perwakilan baru dan dibukanya kembali Kedutaan Besar RI di Baghdad, Irak. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!