ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Cash Management Bank Mandiri Tumbuh 178%
Selasa, 10 Mei 2011 | 14:48

JAKARTA- Bisnis Cash Management Bank Mandiri mengalami pertumbuhan signifikan pada triwulan I/2011 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu mencapai 178%.

Direktur Komersial dan Bisnis Banking Bank Mandiri Sunarso, di Jakarta, Selasa (10/5), mengatakan, jumlah transaksi tumbuh dari 95.300 transaksi pada akhir Maret 2010 menjadi lebih dari 265 ribu transaksi di akhir Maret 2011.

Peningkatan transaksi itu diikuti pula dengan pertumbuhan nilainya dari Rp43,4 triliun pada triwulan I/2010 menjadi Rp62,4 triliun di triwulan I/2011.

Bank Mandiri akan terus memperluas jaringan elektronik antara lain melalui kerja sama dengan Dunkin Donuts Indonesia untuk mendorong peningkatan transaksi elektronik.

Selain pemasangan EDC Bank Mandiri di sekitar 300 gerai Dunkin Donuts, Bank Mandiri juga akan menempatkan mesin ATM serta mengelola transaksi keuangan Dunkin Donuts Indonesia melalui Mandiri Cash Management.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Komersial dan Bisnis Banking Bank Mandiri, Sunarso, dan Direktur Utama Dunkin Donuts Indonesia, Johanes Julius Laopatti, yang disaksikan Komisaris Utama Dunkin Donuts Indonesia, Tan Po Lian, dan Executive Vice President Jakarta Commercial Sales Bank Mandiri, Royke Tumilaar.

Selanjutnya dalam waktu 6 (enam) bulan mesin Electronic Data Capture akan terpasang di seluruh gerai Dunkin Donuts. Sementara mesin ATM akan ditempatkan di gerai-gerai yang berada di lokasi strategis.

Sunarso mengatakan Bank Mandiri akan terus memperkuat jaringan elektronik untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.

"Penguatan jaringan ini juga dapat mendorong pertumbuhan transaksi nasabah melalui jaringan elektronik Bank Mandiri, sehingga nantinya Mandiri dapat menjadi pemain utama dalam transaksional banking di Tanah Air," kata Sunarso.

Sampai akhir triwulan I/2011, jaringan elektronik Bank Mandiri telah dilengkapi 6.505 ATM, yang tersambung dalam jaringan ATM Link sebanyak 18.581 unit. Serta 53.448 unit Electronic Data Capture.

Upaya penambahan jaringan itu mampu meningkatkan transaksi melalui jaringan elektronik hingga mencapai 257 juta transaksi sampai Maret 2011, tumbuh 27,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sunarso optimis, kerja sama dengan Dunkin Donuts Indonesia ini dapat mendukung peningkatan transaksi elektronik Bank Mandiri pada tahun ini. Rata-rata jumlah pelanggan di setiap gerai Dunkin Donuts mencapai 24 ribu pelanggan per tahun, atau mencapai 7,2 juta pelanggan Dunkin Donuts diseluruh Indonesia setiap tahun.

Bank Mandiri juga akan mengelola transaksi keuangan Dunkin Donuts Indonesia dengan layanan cash management untuk meningkatkan efisiensi operasional, sehingga mampu mendukung ekspansi usaha Dunkin Donuts di Indonesia.

Menurut Sunarso, pada 2011 permintaan terhadap produk makanan dan minuman diperkirakan akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik yang menguat.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan sektor industri ini sebesar 7,9 persen sampai akhir tahun 2011. Asumsi tersebut, lanjut Sunarso, merupakan peluang yang baik bagi pelaku industri untuk terus melakukan ekspansi usaha.

Hal ini juga merupakan momentum yang menarik untuk meningkatkan ekspansi di sektor industri ini. Pola bisnis industri makanan yang melibatkan banyak jaringan membuka peluang bisnis transaksional yang dipermudah dengan kecanggihan teknologi cash management.

"Dalam setiap peluang, Mandiri selalu ingin tumbuh bersama dengan setiap mitranya. Untuk itu, kami juga ingin mendorong Dunkin Donuts Indonesia untuk terus tumbuh melalui peningkatan efisiensi operasional dengan memanfaatkan layanan Cash Management Bank Mandiri," ujar Sunarso.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!