ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 19 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Budaya Politik Berperan terhadap Kualitas Kepemimpinan
Rabu, 10 Oktober 2012 | 13:20

Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji (tengah) memberikan paparan didampingi Ketua Forum Pemimpin Redaksi Se-Indonesia Wahyu Muryadi (kiri) dan Tenaga Profesional Lemhanas Dadan Umar Daihani (kanan) saat Halalbihalal Lemhanas–Media di Gedung Lemhanas, Jakarta, Kamis (30/8). Acara juga dirangkai dengan diskusi bertema “Meningkatkan Aliansi Strategis Lemhannas RI dengan Media”. Foto: Investor Daily-SP/Ruht Semiono Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji (tengah) memberikan paparan didampingi Ketua Forum Pemimpin Redaksi Se-Indonesia Wahyu Muryadi (kiri) dan Tenaga Profesional Lemhanas Dadan Umar Daihani (kanan) saat Halalbihalal Lemhanas–Media di Gedung Lemhanas, Jakarta, Kamis (30/8). Acara juga dirangkai dengan diskusi bertema “Meningkatkan Aliansi Strategis Lemhannas RI dengan Media”. Foto: Investor Daily-SP/Ruht Semiono

JAKARTA - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menilai bahwa budaya politik memberikan dampak yang besar pada kualitas kepemimpinan dan ketahanan nasional.

Oleh karena itu, kata Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji,  Lemhannas menggelar seminar bertema "Peningkatan Budaya Politik Dalam Rangka Ketahanan Nasional" di Jakarta, Rabu, untuk membahas secara menyeluruh mengenai pengetahuan, perasaan dan keputusan warga negara tentang partisipasi politiknya.

Seminar yang digelar sebagai bagian dari kurikulum Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLVII tersebut menghadirkan sejumlah pengamat, tokoh, dan politisi ternama seperti Franz Magnis Suseno SJ, Eep Saifulloh Fatah, Eva Kusuma Sundari, dan Siti Zuhro.

Dalam sambutannya Budi Susilo Soepandji mengatakan bahwa aksi demonstrasi yang mengkritisi kebijakan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir tidak sesuai dengan etika dan budaya bangsa. Oleh karena itu, katanya, sudah saatnya warga negara Indonesia berupaya meningkatkan budaya politik di Tanah Air.

"Dalam sebuah negara demokrasi, tentunya demonstrasi mendapat tempat yang dijamin undang-undang, namun cara protes tersebut cenderung tidak sesuai dengan etika dan budaya bangsa," katanya.

Menurut Budi Susilo, budaya politik memiliki pengaruh luas terhadap ketahanan nasional bangsa, sehingga dalam seminar itu dibahas secara menyeluruh mengenai orientasi kognitif (pengetahuan), orientasi afektif (perasaan), dan orientasi evaluatif (keputusan) warga negara Indonesia dalam mengambil keputusan politik mereka.

Seminar yang juga dihadiri oleh sejumlah relasi asing itu diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memutuskan kebijakan serta penyelesaian berbagai masalah politik.

"Seminar ini akan menghasilkan sumbangan pemikiran kepada pemerintah untuk permasalahan yang berkaitan dengan budaya politik segenap komponen bangsa, untuk kepentingan ketahanan nasional Indonesia," ujarnya. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close