ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

BNP2TKI: Jumlah TKI di Taiwan Terbanyak
Kamis, 28 April 2011 | 11:36

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan jumlah TKI di Taiwan saat ini sekitar 161 ribu orang, terbanyak dibandingkan tenaga kerja asing (TKA) asal Vietnam, Filipina, dan Thailand.

Jumhur melalui surat elektronik dari Taiwan, Kamis, menyebutkan data tersebut diperolehnya dari Ketua Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, Harmen Sembiring.

Jumhur berada di Taiwan sejak Rabu (27/4) guna menghadiri Pertemuan Tahunan V KDEI dengan Taiwan Economic Trade Office (TETO) pada 29 April terkait peningkatan kerja sama penempatan dan perlindungan TKI, selain itu, bertemu agen penyalur TKI dan perwakilan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS).

Ia menyebutkan TKA di Taiwan sekitar 380 ribu orang dan sekitar 161 ribu berasal dari Indonesia, disusul pekerja asal Vietnam 110 ribu-120 ribu, asal Filipina 77 ribu-80 ribu, asal Thailand 50-60 ribu, dan sisanya dari sejumlah negara lain.

“Sebagian besar TKI di Taiwan bekerja sebagai penata laksana rumah tangga atau perawat jompo pada pengguna perorangan,” katanya.

Pada umumnya, lanjut Jumhur, mereka menjadi caregiver (perawat jompo) mengingat tingkat harapan hidup warga Taiwan cukup tinggi yakni 90 % dari total penduduk sebanyak 27 juta orang.

Sebagian kecil lain, TKI di Taiwan bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) atau nelayan pada kapal penangkap ikan milik pengguna perorangan serta di bidang konstruksi dan manufaktur.

Jumhur mendapat penjelasan dari Harmen bahwa TKI sektor rumah tangga tidak disebut sebagai TKI informal oleh pemerintah Taiwan karena pihak berwenang Taiwan hanya membedakan TKA dalam kategori berdokumen dan tidak berdokumen.

Gaji masing-masing TKI yang bekerja di rumah tangga rata-rata sebesar Rp4,5 juta per bulan belum termasuk upah lembur, sedangkan gaji ABK atau nelayan Rp5 juta, gaji pekerja bidang manufaktur Rp5,5 juta - Rp6 juta berikut pemondokan.

Seluruh tenaga kerja asing di Taiwan juga mendapat jaminan asuransi sesuai pekerjaannya. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!