ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Bisnis Marketplace Butuh Modal Besar
Oleh Imam Suhartadi dan Farid Firdaus | Selasa, 7 Mei 2013 | 17:54

Ilustrasi: Executive Vice President Product Management BNI, Dyah Hindraswarini (kanan depan) bersama Chief Executive Officer Doku Wallet, Thong Sennelius (tengah) dan Vice President MasterCard Indonesia Tommy Singgih (kiri depan) saat peluncuran produk ‘ecommerce’ BNI dalam pameran “Traceroute Party” di Jakarta Convention Center, Sabtu (13/4/2013). BNI meluncurkan dua fasilitas pembayaran transaksi ‘e-commerce’ yaitu BNI Debit Online dan DOKU Wallet serta portal bernama ‘Blandja’. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Fanny Octavianus/ama/13. Ilustrasi: Executive Vice President Product Management BNI, Dyah Hindraswarini (kanan depan) bersama Chief Executive Officer Doku Wallet, Thong Sennelius (tengah) dan Vice President MasterCard Indonesia Tommy Singgih (kiri depan) saat peluncuran produk ‘ecommerce’ BNI dalam pameran “Traceroute Party” di Jakarta Convention Center, Sabtu (13/4/2013). BNI meluncurkan dua fasilitas pembayaran transaksi ‘e-commerce’ yaitu BNI Debit Online dan DOKU Wallet serta portal bernama ‘Blandja’. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Fanny Octavianus/ama/13.

JAKARTA – Perkembangan bisnis e-commerce di Tanah Air menghadapi tantangan yang tidak kecil, menyusul tutupnya Multiply.com. Model bisnis marketplace dipandang sebagai usaha yang paling potensial tumbuh, sekaligus paling berisiko.

“Ibarat membangun sebuah pusat belanja seperti mal, mengembangkan marketplace perlu komitmen yang kuat. Pengusaha yang ingin membangun mal itu tidak bisa setengah- setengah, begitu juga dengan marketplace,” kata Direktur Ideosource Andi Surja Boediman kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Andi, minimal ada tiga faktor yang har us diperhatikan pebisnis online dengan pola marketplace, yakni menyediakan lapak online pada situs web ter tentu layaknya mal. Tiga faktor itu adalah sokongan modal investasi yang besar, jumlah penjual atau merchant yang relatif banyak, ser ta trafik transaksi jual beli yang tinggi.

Menurut Andi, model bisnis marketplace lebih berisiko dibanding model bisnis e-commerce lain. Pasalnya, selain mengandalkan kucuran dana investor, keuntungan utama marketplace didapat dari fee yang diambil lewat transaksi antara pembeli dan merchant. Semakin tinggivolume dan nilai transaksi di sebuah marketplace, keuntungan yang diraih kemungkinan juga besar.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!