BI Punya Akses Pasar Obligasi China
Senin, 23 Juli 2012 | 10:28
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad (kiri) mendapat ucapan selamat dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution usai pelantikan di gedung Mahkamah Agung, Jakarta, pekan lalu. Muliaman Hadad dilantik bersama para anggota masing-masing Nurhaida, Firdaus Djaelani, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, Ilya Avianti, Halim Alamsyah (ex-officio dari BI), Anny Ratnawati (exofficio dari Kemenkeu), Nelson Tampubolon, dan Rahmat Waluyanto. OJK akan tetap melanjutkan sejumlah aturan yang telah dikeluarkan BI terkait fungsi pengawasan, pengaturan, dan perizinan perbankan. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA JAKARTA-Bank Indonesia (BI) kini mempunyai akses sebagai investor untuk masuk pasar obligasi China, sehingga akan memberikan kemudahan bagi BI, sebagai pengelola cadangan devisa untuk berdiversifikasi guna memenuhi tujuan pengelolaan devisa.
Dalam siaran pers BI Senin (23/7) disebutkan akses tersebut diperoleh BI menyusul telah ditandatanganinya "Agency Agreement on Bond Investment in the Interbank Bond Market of China" antara The People's Bank of China dan Bank Indonesia, pada 21 Juni 2012.
Dengan demikian Bank Indonesia diperbolehkan untuk melakukan investasi pada pasar obligasi antar bank China. Pasar obligasi antar bank China merupakan pasar obligasi dengan denominasi RMB terbesar di China (RMB 21,36 triliun per tahun 2011) yang saat ini hanya bisa diakses oleh investor domestik atau investor non domestik yang mendapatkan ijin dari The People�s Bank of China sebagai otoritas.
Direktur Hubungan Masyarakat BI, Difi A. Johansyah mengatakan, perjanjian ini juga merupakan simbol dari kerja sama yang erat antara The People's Bank of China dan Bank Indonesia yang telah dibangun selama ini.
Perjanjian ini juga merupakan tindak lanjut dari kerja sama bilateral swap antara The People's Bank of China dan Bank Indonesia.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!