ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

BI Prediksi Akhir Mei Deflasi 0,05%
Jumat, 31 Mei 2013 | 20:48

JAKARTA - Bank Indonesia memprediksi pada akhir Mei masih akan terjadi deflasi sebesar 0,05 persen atau 5,41 persen year on year, sedikit lebih rendah dibandingkan deflasi pada April 2013.

"Survey pemantauan harga yang dilakukan oleh BI di berbagai kota menunjukkan bahwa sampai dengan minggu ketiga masih deflasi 0,09 persen. Kisaran kita deflasinya 0--0,9 persen. Jadi, 0,05 itu angka moderat inflasinya pada akhir Mei," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo saat ditemui di ruang pers BI, Jakarta, Jumat.

Adapun faktor-faktor terjadinya deflasi, yakni harga bahan pangan, seperti bawang merah, bawang putih, dan tomat, yang masih mengalami penurunan harga, tuturnya.

"Untuk bawang merah deflasi 0,21 persen, bawang putih deflasi 0,12 persen, dan tomat 0,04 persen," ujar Perry.

Perry mengatakan bahwa BI sendiri memang belum melihat adanya kenaikan ekspektasi inflasi pada bulan ini. Namun, untuk tiga bulan mendatang memang ada kecenderungan kenaikan ekspektasi inflasi.

"Kami belum melihat ada kenaikan ekspektasi pada bulan ini, kalau kami lihat ekspektasi untuk tiga bulan ke depan memang ada kecendrungan naik dan itu berkaitan dengan Ramadan dan juga faktor kenaikan harga BBM," kata Perry.

Sebelumnya, BI juga memperkirakan akan terjadi lonjakan inflasi pada tahun 2013 menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mencapai 7,76 persen.

Prediksi lonjakan inflasi oleh Bank Indonesia tersebut memang lebih tinggi dibanding asumsi pemerintah, yaitu sebesar 7,2 persen.

BI akan terus berperan aktif dan melakukan koordinasi secara maksimal dengan pemerintah untuk dapat menekan inflasi dengan melakukan langkah berbagai instrumen, seperti suku bunga, nilai tukar, dan kebijakan makro prudential. (ID/tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close