TATANG WIDJAJA,
Berguru dari Tokoh Sejarah
Oleh Nasori | Rabu, 22 Februari 2012 | 10:32
TATANG WIDJAJA, President Director & CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life. Foto: Investor Daily/UTHAN Banyak manfaat yang bisa diambil dari membaca buku yang mengulas kisah sukses hidup seseorang. Salah satunya ‘berguru’ langsung kepada tokoh yang ada dalam buku tersebut, seperti yang dilakukan President Director dan CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja.
“Dengan membaca, selain berguna untuk memperluas wawasan juga banyak hal yang dapat dipetik untuk penerapan kehidupan sehari-hari, terutama dalam memimpin perusahaan,” kata pria berkulit putih ini kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Dalam urusan membaca, Tatang memang memilih buku-buku sejarah sebagai bahan bacaannya di waktu senggang. “Saya suka tokoh-tokoh besar Tiongkok, seperti Lao Tse dan Sun Tzu. Buku lain yang saya suka sebenarnya banyak. Antara lain Lawrence of Arabia, sejarah Tiongkok, Roma, dan lain-lain,” papar dia.
Kebiasaan membaca, ujar dia, didapatkan dari sang ayah. Sejak kecil, ayahnya selalu menerapkan kebiasaan membaca. “Saya ingat, setiap Sabtu saya diwajibkan membaca satu kolom berita di sebuah koran. Awalnya saya malas. Akan tetapi, lama kelamaan menjadi terbiasa. Saya menyadari, kebiasaan tersebut sangat berguna bagi saya, bahkan sampai sekarang,” tutur pria berkaca mata itu.
Banyak hal positif dari hobi membaca yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari buku Lao Tse, ujar dia, ia mendapatkan pelajaran dari kata how you build your personal believe. Lainnya, ada suatu buku yang mengajarkannya bahwa lebih mendekatkan diri pada competitor adalah hal yang berguna.
“Itu juga saya terapkan dalam menjalankan bisnis di perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Kita harus dekat dengan teman, tapi harus lebih dekat dengan competitor agar dapat mengetahui karakteristiknya. Dengan begitu, saya memiliki bayangan dalam menerapkan strategi,” tutur Tatang yang menyempatkan membeli paling tidak satu buah buku setiap berpergian ke luar negeri.
Buku, lanjut alumni San Diego University ini, juga mengajarkannya menjadi pemimpin. Sebagai pemimpin, kata dia, orang dituntut untuk memiliki dasar pengalaman dan integritas dan kompetensi yang baik. “Menjadi pemimpin bukan karena ditakuti, tapi karena memiliki kemampuan tersendiri untuk menjadi yang terdepan,” tandas dia.
Dalam memimpin perusahaan, pria berputra dua ini menerapkan banyak hal. Di antaranya adalah lead by example atau memimpin dengan memberikan contoh, walk the talk yaitu apa yang dikatakan sesuai dengan yang dipraktikkan, management by objective, disiplin, dan fokus. Dia juga mengajak anggota tim untuk berpartisipasi di dalam praktik manajemen, papar dia.
“Eksekusi dari strategis, dan teamwork yaitu keharmonisan di dalam kerja sama antara para anggota tim juga penting. Perkenalkan juga ’sticks and carrot’ bagi anggota tim di dalam memberikan hukuman dan hadiah,” jelas dia.
Sebagai pemimpin perusahaan, ia menerapkan setidaknya lima hal, yaitu menjaga semangat agar mendapatkan apa yang dicitakan, selalu ingat pada tujuan akhir, jangan pernah meratapi kesalahan, dan mawas diri.
“Terakhir, saya juga harus selalu ingat pada apa yang saya pikirkan untuk tujuan akhir. Dengan begitu, saya dapat merefleksikan tujuan saya tersebut,” ujar dia.
Tatang memiliki kiat tersendiri ketika menyelesaikan permasalahan. Menurut ia, harus mengerti dengan jelas dahulu akar permasalahan yang ada (root causes). Setelah itu baru mencari solusi. Di sisi lain, dia juga mempertimbangkan jika kesalahan yang dilakukan tidak disengaja, kesempatan akan selalu diberikan.
“Akan tetapi, saya akan minta agar hal tersebut tidak terulang,” tegas pehobi olahraga tenis itu. Ia juga selalu belajar mengendalikan emosi dan meningkatkan kesabaran. Bagitu juga dalam kehidupan berkeluarga, dia selalu menanamkan kesabaran sebagai wujud cinta kepada keluarga.
Traveling Bersama Keluarga
Selain membaca, Tatang juga hobi jalan-jalan(traveling). Hobi ini ia lakukan bersama keluarga, paling tidak dua kali dalam satu tahun, yaitu saat libur panjang dan akhir tahun. Menurutnya, menyempatkan waktu bersama keluarga, membuatnya merasa lebih dan terus belajar mengenal mereka lebih dekat lagi.
“Luar biasa kesenangan yang saya dapatkan karena mereka sungguh orang-orang indah dalam hidup saya yang sangat menyayangi dan mengagumi saya. Saya ingat kata pepatah, nama besar seseorang akan lenyap dengan berlalunya waktu. Akan tetapi, nama baik kita akan selalu dikenang terutama oleh keluarga kita,” kenang dia. (c13)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!