Belanja Infrastruktur 2013 Direncanakan Lampaui Rp 200 Triliun
Rabu, 8 Agustus 2012 | 15:57
Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah), Gubernur BI Darmin Nasution (kanan) dan Direktur International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde (kiri) memberikan keterangan pers seusai diterima Presiden Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/7). Foto: Investor Daily/ ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/pd/12 JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan belanja infrastruktur pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2013 direncanakan melampaui Rp 200 triliun.
"Pada 2012 juga meningkat sekali mungkin, sudah Rp 170 triliun. Rencananya, 2013 barangkali naik di atas Rp 200 triliun," kata Hatta di Jakarta, Rabu.
Diharapkan, peningkatan belanja infrastruktur tersebut juga akan diikuti dengan percepatan penyerapan. "Ini yang saya katakan kalau infrastruktur tidak cepat maka akan ngerem lagi," ujarnya.
Selain itu, Hatta juga mengungkapkan transfer dana ke daerah juga akan meningkat seiring dengan peningkatan APBN 2013. Hal ini di antaranya disebabkan minimal 26 persen dari APBN digunakan untuk dana alokasi umum (DAU).
"DAU minimal 26 persen dari bujet. Kalau APBN meningkat Rp 1.400 triliun, otomatis DAU meningkat, otomatis transfer daerah meningkat," paparnya.
Terkait dengan jumlah subsidi BBM, Hatta masih enggan memberikan informasi. "Kalau angka jangan dulu, nanti Presiden," tukasnya.
Namun demikian, kebijakan untuk mengendalikan dan penghematan BBM yang telah dijalankan saat ini akan diteruskan. "Penghematan dan pengendalian sudah menjadi keputusan, berjalan terus," tuturnya.
Pada 16 Agustus 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan pidato kenegaraan RAPBN 2013 dan nota keuangan di depan DPR.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri buka puasa di Kediaman Ketua DPD Irman Gusman mengatakan, pada 2013 nanti, dana transfer ke daerah di APBN 2013 akan melampaui Rp 500 triliun. (tk/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kejagung Jemput Paksa Tersangka Bioremediasi Chevron
BEI, Bursa Paling Atraktif di Dunia
BEI Berharap Penurunan Jumlah Saham Segera Tereliminasi
Harum Energy Bagi Dividen Rp681 Miliar
Maharani Diajak Berhubungan Intim dengan Fathanah di Hotel
Alam Sutera Refinancing Utang Rp 734 Miliar
Penolakan Ekspor CPO Diperkirakan Hanya Strategi AS