ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

BEI: Edukasi ke Daerah Tingkatkan Jumlah Investor
Kamis, 4 Juli 2013 | 19:54

Ilustrasi: Mahasiswa memantau pergerakan harga saham di pojok bursa Kresna Securities, Kampus Ukrida, Jakarta.   Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA Ilustrasi: Mahasiswa memantau pergerakan harga saham di pojok bursa Kresna Securities, Kampus Ukrida, Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia menyatakan edukasi mengenai industri pasar modal terus dilakukan ke sejumlah daerah untuk meningkatkan jumlah investor domestik.

"Saat ini jumlah investor domestik pasar modal di Indonesia masih di bawah satu persen dari jumlah penduduk Indonesia yang hampir mencapai 250 juta jiwa," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Samsul Hidayat dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (4/7).

Padahal, lanjut dia, Indonesia dipandang memiliki potensi investor lokal yang dapat dikembangkan. Oleh sebab itu, BEI terus-menerus melakukan upaya sosialisasi dan edukasi pasar modal secara berkelanjutan.

"Melalui sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan di berbagai daerah, jumlah investor lokal di Tanah Air diharapkan dapat meningkat sehingga pertumbuhan industri pasar modal dalam negeri dapat tetap terjaga," kata dia.

BEI bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan workshop wartawan di Jambi dengan tema "Peluang dan Tantangan Investasi di Pasar Modal Tahun 2013". Acara itu juga bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jambi serta Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

"Potensi investor dan calon investor di Provinsi Jambi dinilai cukup tinggi sehingga terpilih menjadi salah satu lokasi workshop," kata Samsul.

Dikemukakan, hal itu tercermin dari tingkat pertumbuhan ekonomi Triwulan I tahun 2013 secara tahunan (yoy) di Jambi yang merupakan tertinggi di wilayah Sumatera mencapai 8,3 persen.

"Pencapaian itu lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 6,02 persen (yoy). Selain itu, Jambi juga menyimpan potensi ekonomi yang cukup besar, di antaranya minyak bumi, gas bumi, batu bara, karet, serta kelapa sawit," kata dia. (ID/tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close