TERKAIT SAHAM TIDUR,
BEI Dorong Perusahaan Tingkatkan Floating Shares
Rabu, 1 Agustus 2012 | 16:16
Ito Warsito .FOTO: INVESTOR DAILY JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya mendorong perusahaan yang sahamnya kurang aktif atau "tidur" untuk meningkatkan porsi saham beredar (floating shares) agar lebih likuid diperdagangkan.
Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Rabu mengatakan, upaya mengaktifkan kembali saham tidur salah satunya dengan meminta perusahaan untuk melakukan floating shares agar dapat meningkatkan likuiditas sahamnya.
Ia menambahkan, untuk mengaktifkan saham tidur, perusahaan bersangkutan juga harus memiliki aksi korporasi dan kinerja yang positif. "Saham tidur ada di semua sektor. Di setiap pasar modal, saham tidur itu selalu ada, yang bisa dilakukan Bursa hanya mendorong agar lebih aktif," katanya.
Terkait saham tidur yang diperkirakan mencapai 100 perusahaan, pihak Bursa terus memberikan workshop kepada emiten agar sahamnya di pasar lebih likuid.
“Saham perusahaan yang tercatat di BEI diharapkan aktif diperdagangkan. Hal itu merupakan pekerjaan jangka panjang, tidak bisa hanya menargetkan 1-2 tahun saja, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama,” katanya.
Perubahan usaha
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menyebutkan ada beberapa emiten yang akan melakukan perubahan usaha, hal itu diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham di pasar.
"Perubahan usaha merupakan salah upaya untuk mengaktifkan saham yang kurang likuid. Salah satu perusahaan yang melakukan perubahan usaha yakni PT Karewell Indonesia Tbk yang sekarang berubah nama menjadi PT Maharlika Indonesia Tbk (KARW)," kata dia.
Sebelumnya usaha KARW bergerak di industri makanan dan tekstil, saat ini menjadi pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian prasarana logistik maritim.
Dengan perubahan usaha itu diharapkan dapat membukukan kinerja yang baik sehingga dapat mengaktifkan kembali saham perseroan di BEI. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Maharani Diajak Berhubungan Intim dengan Fathanah di Hotel
Penangkapan Aiptu LS Merupakan Upaya Paksa
Enam Terpidana Mati akan Dieksekusi
Ahmad Fathanah Mengaku Memberikan Sumbangan pada PKS
Ekonomi RI Lebih Stabil dari Tiongkok dan India
76,67 Persen Pemilih Partai Demokrat akan Bermigrasi
Direksi BUMN Wajib Mengajar SMA Masing-Masing