ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 16 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Bappenas: KTI Butuh Pembangunan Infrastruktur Maritim
Minggu, 9 September 2012 | 22:22

JAKARTA- Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Prihartono mengatakan, Kawasan Timur Indonesia (KTI) saat ini membutuhkan pembangunan infrastruktur maritim untuk menunjang kenektivitas.

"Kawasan Timur kita secara geografis terdapat banyak perairan, sehingga kalau bicara konektivitas di kawasan ini (KTI) tentunya bicara juga mengenai infrastruktur maritim, jadi kita akan mulai bangun infrastruktur kemaritiman terutama di KTI karena sangat dibutuhkan," kata Bambang di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu Presiden SBY mengatakan negara kepulauan seperti Indonesia diharuskan lebih banyak membangun infrastruktur maritim. “Jenis infrastruktur ini tidak hanya memerlukan pendanaan yang sangat besar jumlahnya, tetapi juga teknologi dan keahlian yang tinggi,” katanya.

Selain itu, lanjut Bambang, melalui infrastruktur maritim, wilayah-wilayah pantai di seantero Nusantara akan dapat terhubungkan. Tanpa faktor ini, industri di kawasan pantai dan lepas pantai akan sulit berkembang. Infrastruktur maritim juga penting bagi sustainability kota-kota di sepanjang garis pantai.

Bambang menambahkan, strategi pembangunan infrastruktur maritim nantinya ditujukan pada dua titik pengembangan, yaitu pusat pelabuhan internasional di Kuala Tanjung, di Sumatera, untuk bagian Barat Indonesia, serta pusat pelabuhan internasional di Bitung, di Sulawesi, untuk bagian Timur Indonesia.

"Kedua pelabuhan ini dapat menunjang lalu lintas laut ke daerah-daerah lainnya di Indonesia dan dapat mendorong berkembangnya sentra-sentra ekonomi di luar Jawa," katanya.

Menurutnya, pemerintah akan mulai membangun infrastruktur kemaritiman, terutama di KTI, melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Misalnya dari sisi transportasi laut, yang utama akan dilakukan adalah pembangunan pelabuhan, pengadaan sarana angkutan lautnya, serta penyeberangannya yang jadi prioritas.

Kemudian, yang lebih penting lagi khusus di Papua adalah masalah bandara, termasuk di dalamnya pengadaan sarana udaranya juga, "Tapi, bukan berarti pembangunan infrastruktur jalan di KTI tidak menjadi prioritas pemerintah, jalan tetap dibangun tapi kalau kita mengandalkan transportasi jalan saja di KTI tentu sulit, karena pembangunan jalan di KTI memang sulit, seperti di Papua yang indeks kemahalannya masih tinggi. jadi transportasi laut memang andalan untuk KTI," tuturnya.

Ia menilai, berdasarkan kajian Bappenas, pembangunan infrastruktur maritim di KTI, moda transportasi laut mempunyai forward and backward linkage atau manfaat ke depan dan akibat kegiatan yang di belakangnya paling tinggi dibanding moda transportasi lainnya. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close