ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Banyu Biru Djarot, Jatuh Cinta dengan Puisi
Oleh Heriyono | Rabu, 14 Desember 2011 | 13:39

Banyu Biru Djarot dikenal sebagai pribadi yang humble (rendah hati). Anak dari legenda hidup perfilman Indonesia, Eros Djarot, ini bercerita tentang kecintaannya akan puisi. Menurut Direktur Ramba Energy Limited ini, menulis puisi merupakan hal yang romantis.

Pria kelahiran London, 19 Maret 1979 ini mengaku hobi menulis puisi telah dilakukannya sejak duduk dibangku sekolah. Menurut dia, tidak semua orang bisa mengekspresikan diri dalam balutan kata-kata puitis.

“Saya jatuh cinta akan puisi-puisi karya Chairil Anwar. Banyak yang bilang saya orang yang serius, tapi saya ini romantis loh,” kata Banyu kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (13/12).

Banyu mengungkapkan, saat ini dirinya suka mengekspresikan hobi menulis puisinya tersebut di situs jejaring sosial Twitter. “Situs jejaring tersebut merupakan social media favorit saya. I’m a micro blogging junkie,” ujar dia.

Di sisi lain, imbuh Banyu, di tengah kesibukan menjadi direksi di perusahaan migas, Ramba Energy Limited, dia juga suka terlibat di sejumlah kegiatan sosial dan kepemudaan, seperti Generasi Amanat (GenA). Pria murah senyum ini pun bergabung di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sebagai ketua departemen migas.

Nama Banyu cukup sering beredar di dunia entertainment. Selain karena memiliki ayah seorang legenda perfilman, juga karena kedekatannya dengan sejumlah selebritas Tanah Air. Namun, mengaku tak pernah terjun ke industri hiburan di Tanah Air. “Saya tidak pernah terjun di dunia entertainment. Saya adalah investment banker dan kerja di perusahaan migas,” tegasnya.

Menurut Banyu, keputusannya untuk fokus di sektor migas tak terlepas dari sosok pengusaha Edward Soer yadjaya. “Om Edward bisa dikatakan sebagai mentor saya. Saya bermimpi ke depan menjadi pengusaha muda di sektor migas yang sukses,” katanya sambil tersenyum.

Banyu bercerita, sebelum terjun ke bisnis migas, dirinya sempat bekerja di Danareksa dan Nusantara Capital. “Saya sebelumnya juga pernah membuat perusahaan bernama PT Nextrum Indonesia yang bergerak di sektor general trading dengan dua rekan saya,” ujarnya.

Lulusan Reading University, London, bidang investment banking ini menilai, seorang pebisnis di sektor migas harus memiliki prinsip kuat dalam mengembangkan bisnis. “Saya tertarik di sektor energi sudah sejak lama. Energi saat ini menjadi sektor yang sangat seksi. Saat ini, saya sedang berada dalam very sexy industry. Saya jatuh cinta dengan profesi yang seksi ini,” jelasnya.

Di satu sisi, Banyu menambahkan, dirinya saat ini juga sedang mengubah citra dari seorang pesohor menjadi seorang pengusaha sejati. “Sebenarnya saya ini bukan artis, yang public figure ayah saya,” katanya.

Ke depan, Banyu juga masih menyimpan obsesi untuk melanjutkan cita-cita sang ayah, yaitu kembali menjadi seorang politikus. “Saya ingin memperkuat basis financing. Ketika sudah kuat, saya akan kembali ke politik dan mengabdi bagi bangsa ini,” tegas pria yang sebelumnya juga aktif di partai politik seperti PDI Perjuangan dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) ini. (*)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!