ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

ENAM BANK TERPILIH MENJADI

Bank Terbaik 2012 versi Majalah Investor
Kamis, 7 Juni 2012 | 7:23

JAKARTA- PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), PT Bank ICBC Indonesia (ICBC), Bank Woori Indonesia, BPD Jawa Timur (Bank Jatim), dan BPD Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terpilih menjadi bank terbaik di kategori masing-masing tahun 2012 versi Majalah Investor.
 
BCA menjadi bank terbaik di kelompok bank umum dengan aset di atas Rp 100 triliun, BTPN mencuat sebagai bank terbaik di kategori bank umum dengan aset lebih besar Rp 25 triliun hingga Rp 100 triliun, ICBC teratas di kelompok bank umum dengan aset lebih besar dari Rp 10 triliun hingga Rp 25 triliun. Sedangkan, di kelompok bank umum dengan aset lebih besar Rp 1 triliun hingga Rp 10 triliun, yang keluar sebagai juara adalah PT Bank Woori Indonesia.
 
Pada jajaran bank milik Pemda, Bank Jatim teratas untuk kategori BPD beraset di atas Rp 10 triliun. Sedangkan Bank NTT menjadi pemenang untuk kategori bank BPD beraset di bawah Rp 10 triliun.
 
“Bank-bank tersebut terpilih menjadi bank terbaik berdasarkan hasil pemeringkatan bank versi Majalah Investor, dengan menggunakan 12 kriteria pemeringkatan,” kata Primus Dorimulu, Direktur Berita Satu Media Holdings, pemimpin redaksi  Majalah Investor,  dalam acara pemberian penghargaan kepada Bank Terbaik 2012 di Financial Hall, Graha Niaga, Jakarta, Rabu (6/6). 
 
Ke-12 kriteria yang digunakan  adalah  CAR (capital adequacy ratio), NPL (non performing loan), ROA (return on asset), ROE (return on equity), NIM (net interest margin), BOPO (perbandingan beban operasional dengan pendapatan operasional), LDR (loan to deposit ratio),  pertumbuhan pendapatan bunga bersih, pertumbuhan pendapatan operasional selain bunga, pertumbuhan laba operasional,  pertumbuhan kredit, dan rasio cost to asset.
 
Menurut  Sigit Pramono, ketua tim juri pemeringkatan bank 2012,  saat ini adalah momen yang bagus untuk memberikan  penghargaan kepada bank-bank terbaik. Penghargaan ini bisa memicu perbankan untuk meningkatkan kinerja. Bagi otoritas, lanjutnya, bisa melihat secara lebih mendalam apa saja yang dibutuhkan untuk membenahi perbankan Indonesia.
 
Tim juri juga memberikan penghargaan khusus untuk tiga bank.  Bank yang punya performa  terbaik dalam posisi tiga besar selama lima tahun berturut-turut, bank yang dalam beberapa tahun terakhir mampu mendongkrak kinerja secara signifikan (rising star), serta bank yang paling difavoritkan investor pasar modal.
 
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menjadi bank yang mendapatkan penghargaan khusus sebagai bank yang dalam lima tahun terakhir berada di posisi tiga besar bank terbaik. Bahkan, BRI mencatat juara pertama sejak 2006-2010 secara berturut-turut.
 
PT Bank Mandiri Tbk meraih angka terbanyak dalam survei yang dilakukan tim redaksi dan litbang Investor. Angket bank publik favorit dengan penekanan pada transparansi dan prospek return saham ke depan, disebarkan kepada analis perbankan, manajer investasi dan dana pensiun. 
 
Penghargaan khusus juga diberikan untuk bank yang dalam beberapa tahun terakhir mencatat performa mengagumkan dari sebelumnya yang berkinerja tidak terlalu menonjol. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) selama tiga tahun berturut-turut 2010, 2011 dan 2012 meraih predikat bank terbaik. Empat tahun sebelumnya bank yang 41% sahamnya dimiliki publik ini masih berada di urutan keempat.
 
Seperti tahun sebelumnya,  tim juri tidak memberikan penghargaan kepada bank asing. Menurut Soebowo Musa, anggota tim juri, tak dimasukkannya bank asing dalam pemeringkatan terkait dengan kondisi global yang belum pulih, hingga mengimbas ke kondisi perbankan mereka. Bank yang terkena sanksi otoritas juga tidak diikutsertakan dalam pemeringkatan.
 
Seleksi  Awal
Sebelum proses pemeringkatan, Investor  menerapkan seleksi awal yang cukup ketat. Yaitu, CAR minimum 8%, tidak mendapat opini disclaimer pada laporan keuangan  tahun buku 2011, Giro Wajib Minimum (GWM)  tidak kurang dari 8% (+/_insentif LDR),  laba operasional dan laba bersih 2011 positif, aset 2011 untuk bank umum nasional dan BPD minimal Rp 1 triliun, dan tidak terkena sanksi otoritas.
 
Dari 120 bank yang beroperasi per Mei 2012, hanya 80 bank yang diperingkat. Sebanyak 40 bank tidak diikutkan dalam pemeringkatan. Satu bank tersingkir karena tidak ada laporan keuangan, yaitu Bank Mutiara.
 
Sementara AMIN Bank, Bank Andara, Bank ICB Bumiputera Tbk, Bank Mayora, Bank Pundi Indonesia Tbk,  tidak ikut diperingkat karena mencatat laba negatif. Ada 12 bank nasional yang juga tak lolos seleksi karena memiliki aset di bawah Rp 1 triliun. Namun, tak semua bank yang tidak ikut diperingkat merupakan bank yang terganjal seleksi awal. Bank Syariah misalnya, sengaja tidak diikutsertakan dalam pemeringkatan karena memiliki karakteristik khusus.  (*/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!