ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 26 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Bank Mutiara Ekspansi Bisnis Sektor Mikro
Senin, 14 Januari 2013 | 16:55

JAKARTA- Bank Mutiara mulai melakukan ekspansi bisnis di sektor mikro yang akan diandalkan mengangkat kinerja dan nilai bank yang dimiliki Pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini.

"Kita akan mengembangkan bisnis baru di mikro, yang akan menjadi pendapatan utama Bank Mutiara dan keberhasilan di sektor ini akan menjadi faktor sukses menaikkan nilai Bank Mutiara," kata Dirut Bank Mutiara yang baru Sukoriyanto Saputro di Jakarta, Senin.

Direktur Bank Mutiara Ahmad Fajar menambahkan pihaknya sudah mengajukan ijin ke Bank Indonesia (BI) untuk melai melakukan bisnis di sektor mikro ini, yang diharapkan keluar ijinnya pada Februari mendatang. "Sebelumnya pada tahun lalu kita sudah membuat proyek percontohan di lima kantor cabang," katanya.

Sementara untuk tahun ini, Bank Mutiara menargetkan akan membangun 13 kluster kredit mikro dengan 50 sampai 100 outlet atau kios mikro di seluruh Indonesia. "Kita menargetkan kredit mikro sebesar Rp720 miliar pada tahun pertama ini, yang akan dilakukan melalui divisi khusus dan penyaluran melalui dua jalur yaitu langsung dan kemitraan atau chanelling," katanya.

Kredit mikro yang disalurkan, kata Ahmad akan banyak bergerak di sektor perdagangan yang selama ini banyak ditekuni masyarakat kecil. "Kantor kredit mikro yang akan dibangun pertama di Kantor kita di Fatmawati Jakarta," kata Ahmad.

Sebelumnya, kredit yang disalurkan Bank Mutiara terkecil adalah kredit kecil yang hingga Desember 2012 sudah mencapai Rp600 miliar dan akan terus ditingkatkan pada 2013 menjadi Rp900 miliar.

Sampai dengan akhir Desember 2012 total aset Bank Mutiara tumbuh 17,2% menjadi Rp15,3 triliun per 31 Desember 2012 (unaudited), dibanding Desember 2011 sebesar Rp13,1 triliun.

Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan mencapai 20,2% sebesar Rp13,4 triliun pada akhir 2012, dibanding DPK 2011 sebesar Rp11,2 triliun.

Peningkatan DPK tersebut juga diikuti oleh pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 18,7% yang mencapai Rp11,1 triliun, dibanding pengucuran kredit pada Desember 2011 sebesar Rp9,3 triliun. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!