ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Bali Kembangkan Ekonomi Kreatif
Senin, 12 Agustus 2013 | 9:40

DENPASAR-Kegiatan ekonomi kreatif dalam pengembangan industri kecil dan kerajinan rumah tangga di Bali mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian Bali yang tumbuh cukup pesat.

"Usaha ekonomi kreatif yang digeluti seniman dan perajin Bali mampu memberikan dampak susulan dari pesatnya sektor pariwisata, disamping menembus pasaran ekspor," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Gede Suarsa kepada Antara di Denpasar, Senin (12/8).

Ia mengatakan, dengan pengembangan ekonomi kreatif yang didukung sektor pertanian, pariwisata serta sektor jasa-jasa mampu menjadikan Bali sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Bali tidak memiliki sumber minyak dan gas bumi (migas), namun dengan pengembangan industri kreatif serta sektor pertanian dan pariwisata mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gede Suarsa menambahkan, pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2012 mencapai 6,65 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang tercatat 6,49 persen.

Selain pariwisata yang berkembang pesat, realisasi sejumlah pembangunan infrastruktur ikut memberikan andil terhadap tumbuhnya ekonomi Bali, terutama menjelang berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja sama ekonomi negara Asia Pasifik (APEC) pada Oktober 2013.

Demikian pula produk domestik regional bruto (PDRB) Bali tahun 2012 tahun 2012 menunjukkan lebih dari 65 persen aktivitas ekonomi dipengaruhi oleh industri pariwisata dan lebih dari 80 persen dipengaruhi oleh ekspor.

Gede Suarsa menjelaskan, dibalik menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap PDRB Bali yang salah satunya ditandai terjadinya alih fungsi lahan atau konversi lahan sawah ke lahan bukan sawah.

Alih fungsi lahan itu rata-rata 436 hektare atau 0,50 persen per tahun selama periode 1997-2011 membuat ekosistem sektor industri manufaktur di Pulau Dewata menjadi kian penting dan strategis, ujar Gede Suarsa.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




7:25pm | Trafik Telkomsel Naik Saat Pem...
ya saya sangat setuju bahwa media sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat saat ini. dengan adanya media seperti fasilitas internet yang dapat diakses salah satunya oleh provider telkomsel memudahkan masyarakat untuk mendapatkan ...

3:30am | KPK Tetapkan Ketua BPK Sebagai...
Ayo dukung perjuangan kami, korban investasi PT. Exist Assetindo di www.facebook.com/korban.exist

Close