ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 26 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Bali Dikepung 60 Proyek Hotel Baru
Rabu, 3 Oktober 2012 | 15:29

JAKARTA - Bali diprediksi bakal mendapat pasokan sebanyak 10.466 kamar dari 60 proyek hotel yang sedang dibangun hingga 2014. Dari jumlah itu, sebanyak 3.922 kamar atau 37% dari total pasokan baru akan beroperasi pada semester II-2012.

"Maraknya kunjungan wisatawan yang datang ke Bali telah mendorong tumbuhnya pasokan hotel baru. Kon disi ini akan berdampak pada ketatnya persaingan dan turunnya tingkat okupansi hotel," ujar Senior Research Manager Knight Frank Hasan Pamudji di Jakarta, Selasa (2/10).

Berdasarkan survei lembaga riset properti Knight Frank, dari jumlah hotel baru yang siap beroperasi pada semester II-2012, hotel bintang lima mengambil porsi terbesar yakni 37,7%, diikuti oleh bintang empat (31,3%) dan bintang tiga (31%).

Meskipun demikian, secara keseluruhan jumlah kamar, hotel bintang empat tercatat masih mendominasi pangsa pasar pasokan baru sebesar 52,8%. Sedangkan hotel bintang lima dan bintang tiga masing-masing sebesar 23,9% dan 23,3%.

Wilayah Kuta tercatat memiliki penyebaran pasokan baru terbesar hingga akhir 2012 yaitu sebanyak 3.358 kamar yang didominasi oleh hotel bintang empat (50%).

Di daerah Nusa Dua didominasi hotel bintang lima sebesar 72,5% dari total pasokan baru sebanyak 924 kamar. "Di kawasan Seminyak, Sanur, dan Legian, hotel bintang empat mendo- minasi pasokan baru sebesar masing- masing 691 kamar, 1.025 kamar, dan 617 kamar," ungkap Hasan.

Besarnya jumlah pasokan baru yang bakal hadir diperkirakan membuat tingkat hunian hotel di Bali sedikit menurun atau stabil. Namun, khusus untuk hotel yang dibuka pada semester II-2012, akan sedikit terbantu dengan adanya libur Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

Menurut Senior Associate Director Knight Frank Fakky Hidayat, harga tarif dasar listrik (TDL) yang bakal naik akan mendongkrak biaya operasional hotel pada 2013.

Dengan demikian, tarif sewa kamar hotel juga bakal naik sekitar 5-10% pada awal tahun depan yang juga disesuaikan dengan tingkat inflasi.

"Meskipun pasokan hotel baru semakin besar hingga 2014, potensi bisnis perhotelan di Bali tetap menarik. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Bali tetap menjadi tujuan wisata dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara terutama dari negara–negara di Asia Pasifik," ujar Fakky.

Salah satu faktor pendorong kunjungan wisatawan di Bali adalah komitmen pemerintah dalam mempercepat akselarasi berbagai pembangunan infrastruktur di Bali.

Misalnya, perluasan bandara Ngurah Rai, pembangunan tol Nusa Dua-Bandara Ngurah Rai-Benoa, pembangunan jalan bawah tanah/underpass Simpang Dewa Ruci dan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1.15 MW menjelang KTT APEC 2013. (Investor Daily/fh)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!