Bahana Sekuritas Tangani IPO PLN Batam
Rabu, 1 Agustus 2012 | 12:08
Pialang memantau pergerakan harga saham di salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA JAKARTA- PT Bahana Sekuritas ditunjuk sebagai pemimpin penjamin emisi (lead underwriter) untuk rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT PLN Batam.
Anak perusahaan PT PLN Persero ini mengharapkan dapat mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia pada November mendatang.
"Bahana Sekuritas itu dipilih melalui lelang, bukan kita yang menentukan, kalaupun ada sekuritas yang berminat, umpamanya PT BNI Sekuritas, dapat bergabung," kata Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura di Jakarta, Rabu (1/8).
Menurut Dadan, pemilihan penjamin emisi dilakukan pada awal Juli 2012. Sebelumnya, manajemen PLN Batam mengundang empat BUMN sekuritas, yakni PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas untuk mengikuti lelang penjamin emisi tersebut.
Setelah mempercayakan rencana IPO kepada Bahana Sekuritas, persepoan juga telah menunjuk lembaga penunjang IPO seperti penasihat keuangan (financial advisor) Ernst & Young (EY), Biro Administrasi Efek (BAE), PT Datindo Entrycom, serta Kantor Akuntan Publik (KAP) Deloitte.
"Nantinya, Bahana dan EY yang akan mengkaji kemungkinan-kemungkinan berapa persen yang akan kita lepas dan dana yang ingin dicapai," tuturnya.
Ia mengharapkan PT PLN Persero sebagai pemegang saham mayoritas turut terlibat dalam penentuan persentase saham yang dilepas kepada publik.
"Intinya, kita berusaha semaksimal mungkin. Bagaimana persiapannya sehingga rencana IPO dapat direalisasikan tahun ini," ungkapnya.
Dana hasil perolehan IPO ini nantinya akan digunakan untuk membiayai rencana sejumlah proyek pembangunan di Batam yang diperkirakan menelan dana hingga Rp6 triliun dalam lima tahun mendatang.
Dana ini untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), transmisi, serta pembangkit yang dimulai pada 2013 mendatang. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penjualan Aset Tak Terkait Pilpres
Mendag: EKonomi Indonesia Terbesar ke-15 di Dunia
Indonesian Bimmers Gelar Gathering di Buperta Cibubur
BBM Naik, Negara Berpotensi Menghemat Rp 40-50 Triliun
Kemkominfo dan BRTI Kaji Merger XL dan Axis
OJK Tingkatkan Investor Domestik untuk Perkuat Likuiditas
Pelaku Pasar Inginkan Kenaikan Harga BBM