ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Angkutan Umum Bebas Rokok
Sabtu, 7 Juli 2012 | 20:07

Bagi perokok ataupun bukan, asap rokok di dalam angkutan umum tentu sangat mengganggu. Dalam keadaan penumpang penuh, udara yang di dalamnya sudah cukup pengap, akan bertambah pengab bila ada asap rokok. Keadaan seperti itu sungguh menyiksa.

Perilaku penumpang angkutan umum memang terkadang masih kurang bersahabat. Masih banyak penumpang yang tidak memikirkan bahwa perilakunya merokok dalam kendaraan akan merugikan orang lain. Merokok dalam angkutan umum juga termasuk tindakan keegoisan sepihak yang mencederai hak banyak pihak.

Penumpang yang tidak merokok maupun yang perokok sekalipun akan terganggu ketika menghirup asap rokok di dalam angkutan umum yang udaranya sudah cukup pengap. Kenyamanan para penumpang tentu akan terganggu akibat kepulan asap rokok.

Sulitnya menghilangkan perilaku tersebut terjadi akibat sopir maupun kondektur angkutan umum sendiri yang masih kebanyakan merokok. Padahal, merekalah yang seharusnya paling memungkinkan untuk melarang penumpang merokok di dalam angkutan.

Sepatutnya, sopir dan kondekturlah yang berkewajiban mengingatkan penumpang yang bandel. Larangan merokok dalam kendaraan umum sebenarnya sudah lama ada, antara lain, dalam Perda No 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Berdasarkan perda tersebut, angkutan umum masuk ke dalam kategori area umum yang seharusnya bebas dari asap rokok. Jika ada yang melanggar larangan ini, sanksi yang bisa dikenakan adalah maksimal enam bulan kurungan atau denda Rp 50 juta.

Pemerintah DKI Jakarta harus lebih konsisten menerapkan larangan merokok di dalam kendaraan angkutan umum. Sebagai tahap awalnya, sebar peringatan dalam bentuk stiker yang dipasang di setiap armada angkutan umum. Selanjutnya, petugas terkait mesti rutin menggelar razia.
 
Kenyamanan bagi penumpang angkutan umum mesti terus diupayakan. Hal ini tentu akan memberi dampak baik terhadap meningkatnya penggunaan angkutan umum oleh masyarakat. Semakin baik angkutan umum, semakin banyak pula masyarakat yang akan menggunakannya.

Irwan Hidayat
Bekasi
Jawa Barat


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!