ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Andy Lau Perdalam Ilmu Bela Diri
Kamis, 26 Mei 2011 | 17:38

HONG KONG- Memerankan film laga memang sering dilakukan aktor tanpan yang satu ini.Tapi berakting dan belajar secara khusus ilmu bela diri, hanya ada di Detective Dee and The Mystery of The Phantom Flame, yang akan tayang Sabtu, 28 Mei 2011, Pkl. 20:00 WIB di kanal Celestial Movies.

Sebagai bagian dari tuntunan peran, Andy Lau, bintang film kelahiran 1961 ini sangat bersemangat untuk mengikuti arahan dari  koreografer kungfu veteran, Sammo Hung yang ditunjuk sebagai penasihat dan koordinator aksi. Dalam film  bergenre fantasi yang juga diperankan Carina Lau, Fan Bingbing, dan Tony Leung Ka-fai ini, Andy Lau memerankan tokoh detektif di masa lampau yaitu pada masa dinasti Tang.

“Sudah banyak karakter yang saya lakoni, dan semuanya sangat hebat dalam bela diri dan cerdas, namun untuk Detective Dee, dia memiliki kemampuan melihat isi hati orang dan mendengar apa yang orang lain pikirkan. Tak ada yang bisa merahasiakan apapun darinya,” ungkapnya.

Andy juga terlibat cinta segitiga. “Saya diam-diam mencintai karakter Li Bing Bing karena saya merasa dia seperti Hua Mulan. Saya suka gadis baik-baik. Saya juga berharap yang terbaik bagi Empress Wu (Carina Lau) tapi saya tak suka dengan hukuman kejamnya. Saya mengagumi sekaligus takut padanya,” jawab Andy.

Pemeran Yoko dalam serial The Return of the Condor Heroes ini, mengaku menerima tawaran main karena disutradari oleh Tsui Hark yang sangat ia kagumi. “Saya kagum padanya karena selalu berani mencoba sesuatu yang baru (genre) walaupun mereka tidak yakin akan memenangkan box office. Tapi Tsui pasti unggul, dan itu sudah terbukti kan?, tambah Andy. Film Detective D berhasil meraih 6 penghargaan termasuk Tsui Hark sebagai sutradara terbaik dalam Hong Kong Film Awards yang digelar beberapa hari lalu.

Karena itu Andy rela melakukan apa saja demi peran ini. Salah satunya adalah menghadapi suhu lebih dari 40 derajat celcius saat syuting berbulan-bulan di Hengdian (Cina) selama musim panas terpanas. “Dan saya harus melawan itu...sungguh melelahkan, khususnya dalam setting  Ghost Market di film itu. Bayangkan, kami menghabiskan 16 jam untuk mendapatkan hasil yang baik didalam satu adegan laga di satu scene. Sulit dipercaya! Tapi itu terbayar saat Anda melihat hasilnya nanti”, ujarnya.

Saat ini Andy, si pekerja keras itu tengah sibuk syuting film terbarunya The Shaolin 2011, belum lagi konser musik, merilis album, film serta berbagai kegiatan lainnya. Akan hal ini ia berkomentar kalau ia sangat suka untuk tampil karena itu ia selalu mencoba untuk bisa melakukan lebih baik. “Saya beruntung punya kesempatan untuk menjadikan hobi sebagai karir saya.” (*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close