ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Ahmad Fathanah Beli Mobil dari Anggota DPR
Kamis, 21 Maret 2013 | 14:35

JAKARTA-Tersangka dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang Ahmad Fathanah membeli mobil Toyota Land Cruiser Prado milik anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwani.

"Saya dimintai keterangan tentang mobil Prado yang tahun lalu saya jual pada Ahmad Fathanah, ternyata masih atas nama saya," kata Jazuli usai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi selama sekitar tiga jam di Jakarta, Kamis (21/3).

Menurut anggota Komisi VIII yang membidangi bidang agama itu, KPK ingin mengetahui pemilik sebenarnya mobil tersebut.

"Ditanya seputar bagaimana cara membelinya, dahulu saya beli dengan cara kredit di salah satu 'showroom' saat saya maju pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, mobil untuk keliling," ungkap Jazuli.

Pada tahun 2012, Jazuli berpasangan dengan Makmun Muzakki yang diusung oleh PKS dalam Pilgub Banten. Namun, keduanya hanya berhasil mengantongi 491.432 suara (11,42 persen).

"Saya beli dengan cara kredit, harganya sekitar Rp900 juta, saya juga memasukkan ke laporan harta kekayaan pejabat negara. Namun, setelah selesai pilkada, karena banyak kebutuhan, mobil saya jual," jelas Jazuli.

Mobil itu menurut dia dijual di satu "showroom" pada bulan Agustus 2012.

"Saya jual lewat salah satu sales di satu 'showroom', ternyata yang naksir itu Saudara Fathanah karena dia mau meneruskan kredit, harganya sekitar Rp600 juta," ungkap Jazuli.

Ia mengaku bahwa dirinya tidak punya hubungan dengan kuota daging sapi yang juga menjadikan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka.

"Tidak ada urusannya dengan kuota, hanya itu yang ditanya, hanya mobil, tidak ada soal kuota," jelas Jazuli.

Mobil Toyota Land Cruiser Prado tersebut adalah mobil yang dibawa Fathanah saat tertangkap penyidik KPK di Hotel Le Meredien dan berisi barang bukti Rp1 miliar sehingga mobi itu langsung disita pada akhir Januari 2013.

KPK menyangkakan Ahmad Fathanah sebagai tersangka pelaku pencucian uang berdasarkan Pasal 3, Pasal 4, atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengenai orang yang menempatkan, mentransfer harta kekayaan yang diketahuinya, atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan atau menerima harta kekayaan yang patut diduga hasil tindak pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

KPK juga telah menyita empat mobil milih Fathanah, yaitu Toyota Land Cruiser hitam dengan nomor polisi B 1330, mobil Mercedes Benz SZZ warna hitam nomor polisi B 8749 BS, mobil Toyota Alphard C 200 warna putih dengan nomor polisi B 53 FTI, serta mobil Toyota Land Cruiser Prado hitam nomor polisi B 1739 WFN.

Sementara itu, dalam kasus suap pengaturan kuota daging impor, Fathanah bersama Lutfi Hasan disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya.

Dalam kasus suap KPK menetapkan empat orang tersangka, yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah serta dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging--Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Juard, Arya, dan Ahmad Fathanah ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa (29/1) malam.

Juard dan Arya ditangkap KPK di rumah Arya pada pukul 22.30 WIB di Cakung pascapenyerahan uang senilai Rp1 miliar kepada Ahmad Fathanah di gedung PT Indoguna Utama, sedangkan Ahmad Fathanah ditangkap KPK di Hotel Le Meredien Jakarta pada pukul 20.20 WIB pada hari yang sama bersama dengan seorang perempuan bernama Maharani. Keempatnya kemudian dibawa ke gedung KPK.

KPK menyita barang bukti berupa uang yang dibungkus dalam tas kresek hitam senilai Rp1 miliar sebagai komitmen awal untuk mengamankan kuota daging sapi. Uang itu merupakan bagian nilai suap yang seluruhnya diduga mencapai Rp40 miliar dengan perhitungan "commitment fee" per kilogram daging adalah Rp5.000 dengan PT Indoguna meminta kuota impor hingga 8.000 ton.

Ahmad Fathanah sebelumnya juga diperiksa dalam kasus korupsi pembobolan Bank BJB.

Fathanah pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi pembobolan Bank BJB (Bank Jabar Banten) yang menyetujui pemberian kredit usaha senilai Rp55 miliar kepada PT Cipta Inti Permindo yang bergerak di bidang produsen dan distributor sarana pendidikan dan usaha pembuatan bahan baku pakan ternak.

Kasus korupsi BJB tersebut diusut oleh Kejaksaan Agung.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!