AHM Koreksi Target Penjualan Sepeda Motor
Senin, 9 Juli 2012 | 11:30
Motor Honda JAKARTA-Pasca kenaikan uang muka pembelian kendaraan bermotor (DP) menjadi 25%, penjualan sepeda motor Honda untuk semua kategori rata-rata terkoreksi menjadi 10-20% dibandingkan dengan kondisi normal.
Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, membuat konsumen lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar dibandingkan pembelian motor baru.
"Sejauh ini kami belum mengetahui secara detil faktor mana saja yang berpengaruh paling besar apakah penurunan harga komoditas atau kenaikan uang muka," kata Deputy Sales Division Head PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas J.A. Wijaya, di Jakarta, Senin (9/7).
Namun, akibat penerapan kebijakan kenaikan uang muka sebesar 25 persen, AHM mengoreksi target penjualan dari yang dipatok pada awal tahun sebesar 4,8 juta unit menjadi sekitar 4,2 juta unit.
"Kami masih terus mencermati dampaknya terutama kinerja pasar setelah Lebaran. Kalau sekarang, kami belum mendapatkan gambaran secara utuh," paparnya.
Thomas menuturkan, sejak penerapan kenaikan uang muka sebesar 25 persen, penjualan sepeda motor Honda mengalami penurunan.
Bulan Mei seluruh penjualan sepeda motor Honda mencapai 362.127 unit untuk semua kategori produk. Sedangkan pada Juni penjualan untuk semua kategori mencapai 332.272 unit, tuturnya.
Penjualan tertinggi masih dicatatkan model skutik, seperti Vario Techno, Beat dan Spacy, imbuhnya. Produsen berharap setelah Lebaran pasar motor di dalam negeri menunjukkan peningkatan.
"Setelah Lebaran dan pada akhir tahun biasanya konsumen cenderung mengganti sepeda motornya dengan yang baru dan hal tersebut bisa meningkatkan penjualan Honda," tandasnya.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!