ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

4 Sektor Saham Rawan 'Profit Taking'
Senin, 23 Juli 2012 | 10:32

JAKARTA-Saham-saham sektor telekomunikasi, properti, perbankan dan pertambangan diprediksi rawan aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan Senin ini (23/7).

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Yualdo Yudoprawiro, mengatakan aksi ambil untung ini berpotensi terjadi setelah saham-saham di empat sektor tersebut menjadi penggerak utama (leading mover) pada perdagangan sepanjang pekan lalu.

"Ke empat sektor saham ini diperkirakan cukup rawan terkena 'profit taking'," kata Yualdo di Jakarta, Senin dengan menambahkan untuk "support" indeks sendiri akan berada pada level 4.059.

Pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin IHSG turun 40,23 poin (0,99 persen) ke level 4.040,96, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 melemah 9,87 poin (1,41 persen) ke level 685,72.

Untuk bursa global, bursa Eropa khususnya bursa Italia dan Spanyol, terkoreksi signifikan pada akhir pekan lalu dengan memfaktorkan sentimen negatif dari Spanyol yang memproyeksikan akan kembali mengalami resesi pada 2013 dan setelah pemerintah daerah Valencia menyatakan akan membutuhkan "bailout" untuk mendukung anggarannya.

Faktor penekan lainnya adalah "yield" SUN 10 tahun Spanyol yang kembali mencetak level tertinggi pada 7,2 persen. Sedangkan bursa AS juga turut ditutup terkoreksi pada akhir pekan lalu dengan memfaktorkan sentimen negatif dari bursa Eropa dan koreksi pada harga komoditas.

Sementara bursa Asia, pagi ini dibuka melemah sekitar 1-2 persen dengan memfaktorkan koreksi bursa AS dan Eropa pada akhir pekan lalu dan spekulasi Yunani akan keluar dari Uni Eropa menyusul evaluasi kinerja fiskal oleh pemberi dana talangan.

Di sisi lain, kondisi ekonomi China juga menjadi sentimen negatif pagi ini setelah diperkirakan hanya akan tumbuh 7,4 persen pada kuartal III-2012.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close