ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

2014, Jumlah BUMN Dipangkas Jadi 95
Oleh Kunradus Alliandu | Rabu, 28 Agustus 2013 | 12:06

Menteri BUMN Dahlan Iskan (kanan) memberikan penghargaan Special Mention New Wave Marketing kepada Dirut PT BNI Tbk Gatot M Suwondo (tengah) dan Special Mention Marketing 3.0 kepada Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Informasi PT Jamsostek (Persero) Agus Supriyadi (kiri) pada penganugerahaan BUMN Marketing Award 2013 di Jakarta, Selasa (27/8). BUMN Marketing Award 2013 tersebut diikuti 44 perusahaan BUMN. Foto: Investor Daily/ant Menteri BUMN Dahlan Iskan (kanan) memberikan penghargaan Special Mention New Wave Marketing kepada Dirut PT BNI Tbk Gatot M Suwondo (tengah) dan Special Mention Marketing 3.0 kepada Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Informasi PT Jamsostek (Persero) Agus Supriyadi (kiri) pada penganugerahaan BUMN Marketing Award 2013 di Jakarta, Selasa (27/8). BUMN Marketing Award 2013 tersebut diikuti 44 perusahaan BUMN. Foto: Investor Daily/ant

JAKARTA – Menteri Keuangan M Chatib Basri menargetkan jumlah BUMN pada akhir 2014 tinggal tersisa 95 perusahaan dari 116 perusahaan pada 2012.

“Pemerintah melalui Kementerian BUMN telah melaksanakan pembenahan dan restrukturisasi BUMN berupa rightsizing menuju jumlah BUMN yang ideal. Akhir 2014, kami perkirakan berkurang menjadi sekitar 95 BUMN,” ujar Menteri Keuangan Chatib Basri di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (27/8).

Pemerintah menilai pembenahan dan restrukturisasi BUMN perlu dilakukan secara efektif dan berkelanjutan, agar pengelolaan BUMN mengarah pada korporasi modern. Dalam kebijakan pengurangan (rightsizing) jumlah BUMN ini, kebijakan restrukturisasi BUMN menuju jumlah yang ideal didasarkan pada dua prinsip utama, yaitu perlu tidaknya kepemilikan negara mayoritas dipertahankan pada BUMN tertentu dan jenis tindakan yang akan dilakukan.

Menurut Menkeu, pada periode 2012-2014, rightsizing BUMN dilakukan pada sektor kertas, percetakan dan penerbitan, perkebunan, kehutanan, pertambangan, farmasi, sektor pengerukan, dan sektor aneka industri. Dengan langkah-langkah tersebut, jumlah BUMN pada akhir 2012 menjadi sekitar 116 BUMN.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!