ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

2014, Groundbreaking St Moritz Makassar
Jumat, 29 November 2013 | 9:04

CEO Lippo Holmes Ivan Setiawan (kanan) bersama General Product Manager St Moritz Makassar Yudi Aswani (kiri) dan Product Manager St Moritz Makassar Tenri Awaru Putri Soekarno (tengah) melihat gambar mixed used development St Moritz Makassar, di Jakarta, Rabu (9/10). PT Lippo Karawaci Tbk (Lippo Karawaci) memberikan kontribusi positif bagi pengembangan wilayah di tanah air terwujud melalui pembangunan proyek St Moritz Makassar, dengan nilai Rp 3,5 triliun. Mengusung konsep all in one place, proyek world class mixed use development ini, akan dikembangkan di atas lahan seluas 2,7 hektare dengan total luas bangunan 350.000 meter persegi. Rencana megaproyek tersebut akan diluncurkan pada Oktober 2013, yang disusul segera dengan proses ground breaking. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA CEO Lippo Holmes Ivan Setiawan (kanan) bersama General Product Manager St Moritz Makassar Yudi Aswani (kiri) dan Product Manager St Moritz Makassar Tenri Awaru Putri Soekarno (tengah) melihat gambar mixed used development St Moritz Makassar, di Jakarta, Rabu (9/10). PT Lippo Karawaci Tbk (Lippo Karawaci) memberikan kontribusi positif bagi pengembangan wilayah di tanah air terwujud melalui pembangunan proyek St Moritz Makassar, dengan nilai Rp 3,5 triliun. Mengusung konsep all in one place, proyek world class mixed use development ini, akan dikembangkan di atas lahan seluas 2,7 hektare dengan total luas bangunan 350.000 meter persegi. Rencana megaproyek tersebut akan diluncurkan pada Oktober 2013, yang disusul segera dengan proses ground breaking. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA – Pemancangan tiang pertama (groundbreaking) proyek properti St Moritz Makassar, Sulawesi Selatan bakal dilangsungkan pada kuartal pertama 2014. Proyek senilai Rp 3,5 triliun tersebut berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare (ha).

Menurut Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Ketut Budi Widjaya, proyek yang terletak di jantung kota Makassar itu merupakan proyek superblok.

Di dalam proyek tersebut bakal berdiri apartemen mewah, hotel bintang lima, dan mal seluas 227 ribu meter persegi.

“Selain itu, Siloam Hospitals dengan kapasitas 250 tempat tidur, sekolah bertaraf internasional, serta pusat hiburan dan makanan,” ujarnya dalam acara Investor Summit and Captital Market Expo 2013 di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11).

Sementara itu, Vice President Head of Corporate Communication PT Lippo Karawaci Tbk Danang Kemayan Jati, menjelaskan bahwa peluncuran St Moritz bakal dilakukan pada Desember 2013.

“Rencananya groundbreaking pada kuartal pertama tahun depan dan ditargetkan rampung dalam dua tahun,” ujarnya kepada Investor Daily, saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, Lippo Karawaci masuk ke Makassar karena kawasan itu mempunyai potensi pasar yang sangat bagus. Makassar merupakan pintu gerbang ke Indonesia Timur dan banyak kelompok kelas menengah atasnya.

“Selain itu, belum ada konsep superblok di Makassar, karena itu kami akan masuk dengan
konsep tersebut,” ujarnya.

Danang menambahkan, target utama proyek tersebut adalah konsumen di Indonesia bagian timur seperti Makassar dan Manado, serta sebagian dari Surabaya.

Proyek tersebut dirancang oleh DP Architects, Singapura dan memiliki 12 in 1 integrated component.

Menurut Ketut Budi Widjaya, pada 2014, PT Lippo Karawaci Tbk menyiapkan dana investasi sebesar US$ 600-800 juta untuk membangun sejumlah megaproyek di beberapa kota besar di Indonesia. Proyek- proyek yang dibangun diantaranya rumah sakit, mal, apartemen dan sejumlah proyek lain.  “Tahun depan kami rencanakan membangun 19 rumah sakit, mal, dan apartemen,”
katanya.

Menurut dia, proyek proyek yang sedang dikembangkan itu menggunakan lahan sendiri, kerja sama, dan hasil akuisisi. “Kami juga membeli rumah sakit umum Tangerang. Rumah sakit ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil,” jelas dia.

Momentum Pas

Chief Executive Officer (CEO) Lippo Homes Ivan Setiawan Budiono sebelumnya mengatakan, pengembangan St Moritz Makassar merupakan lanjutan dari kesuksesan Lippo Karawaci dalam pengembangan proyek Kemang Village, Kemang, Jakarta Selatan dan The St Moritz Penthouse & Residence, Puri Indah, Jakarta Barat.

Proyek tersebut juga diharapkan bisa menjadi sarana investasi yang prospektif bagi kalangan investor yang menginginkan nilai tambah di wilayah Panakukang, Makassar.

Pengamat properti Panangian Simanungkalit pernah mengatakan bahwa langkah Lippo menggarap St Moritz Makassar sudah cukup tepat karena momentumnya pas. Hal itu dipicu oleh bisnis properti Makassar yang sedang bertumbuh. “Saat ini, Makassar menempati posisi nomor tiga setelah Jakarta dan Surabaya,” kata dia beberapa waktu lalu.

Dia menilai, prospek bisnis properti di Makassar cukup bagus karena pemain besar sekelas Lippo di Makassar belum ada. “Jadi praktis pesaing Lippo untuk proyek superblok tidak ada,” sergahnya.

Bagi pengamat properti Ali Tranghanda, bisnis properti terpadu prospeknya cukup bagus. Properti di kota itu seharusnya dapat lebih berkembang karena Makassar menjadi pintu gerbang Indonesia Timur.

“Bisnis hotel dan meeting, incentives, conferences, and exhibition (MICE) juga cukup bagus di Makassar,” ujarnya.

Di sisi lain, tambahnya, yield kondotel di Makassar cukup memikat, yakni bisa berkisar 7- 8% per tahun.(IM/ER/ID)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!