ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Soda Diet Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Senin, 20 Februari 2012 | 15:20

WASHINGTON- Soda diet mungkin bermanfaat untuk merampingkan pinggang, tetapi orang yang meminumnya setiap hari mungkin memiliki risiko tinggi terhadap serangan jantung dan stroke, demikian penelitian terbaru di Amerika Serikat.

Meskipun para peneliti tersebut, yang karya mereka muncul dalam "Journal General Internal Medicine", mendapati bahwa orang dewasa yang berusia lebih tua dan minum soda diet setiap hari, 44% lebih berpotensi menderita serangan jantung, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa minuman bebas gula itu saja adalah satu-satunya penyebabnya.

Mungkin ada hal-hal lain tentang pecinta soda diet yang dapat menjelaskan hubungan tersebut, kata ketua peneliti Hannah Gardener dan tim-nya, dari Sekolah Kedokteran Universitas Miami Miller.

"Apa yang kami lihat adalah suatu hubungan. Orang-orang ini mungkin cenderung memiliki kebiasaan yang tidak sehat," katanya.

Hannah dan rekan-rekannya berusaha untuk menjelaskan tentang hal tersebut, mereka menyatakan bahwa orang yang setiap hari minum soda diet cenderung lebih gemuk dan lebih sering memiliki faktor resiko jantung seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan kadar kolesterol tidak sehat.

Hannah dan timnya mempelajari 2.564 orang dewasa yang berusia 69 tahun ke atas di Kota New York pada awal studi tersebut. Satu dekade berikutnya, 591 pria dan wanita mengalami serangan jantung, stroke atau meninggal karena penyebab kardiovaskular -- termasuk 31% orang dari 163 orang yang meminum soda diet setiap hari pada awal penelitian.

Secara keseluruhan, konsumsi soda diet setiap hari dikaitkan dengan 44% peluang lebih tinggi terhadap serangan jantung atau stroke, dibandingkan dengan 22% pada orang yang jarang atau tidak pernah meminum soda diet tetapi mengalami serangan jantung atau stroke.

Hannah mengatakan bahwa meskipun soda diet itu sendiri memberikan kontribusi bagi resiko kesehatan, maka tidak jelas bagaimana caranya.

Beberapa penelitian pada tikus menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat meningkatkan asupan makanan dan berat badan, tapi apakah hasil tersebut dapat diterjemahkan ke tubuh manusia belum diketahui.

"Saya tidak berpikir orang harus mengubah perilaku mereka berdasarkan studi ini," kata Hannah, yang mencatat bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara soda diet dan masalah kardiovaskular. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close