ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Pusat Kebudayaan Prancis Gelar Malam Dana Anak
Senin, 31 Januari 2011 | 10:39

DENPASAR- Pusat Kebudayaan Prancis di Denpasar akan menggelar malam dana demi kepentingan pendidikan anak-anak di Bali dalam satu acara bertajuk "Un Week-end avec Yayasan ANAK a Alliance".

"Lebih 250 anak-anak dan remaja Bali sudah disekolahkan, dari SD hingga perguruan tinggi, berkat bantuan ibu asuh dan bapak asuh dari Bali, Spanyol, Swiss dan Prancis, dermawan, relawan dan anggota yayasan," kata penanggung jawab misi budaya Pusat Kebudayaan Prancis di Denpasar Ivy Sudjana di Denpasar, Senin (30/1).

Ia menjelaskan, selain partisipasi yayasan yang berbasis di Ubud dan diketuai I Nyoman Sutapa, kegiatan tersebut juga didukung cabang-cabang Yayasan ANAK di Eropa.

Pada acara yang akan digelar pada 5 dan 6 Februari nanti itu, kata Sudjana, juga diadakan dukungan pendekatan antara anak-anak Indonesia dan Eropa, berupa korespondensi, pertukaran seni dan budaya, pembelian perlengkapan sekolah, renovasi sekolah, dan juga bantuan untuk kesehatan dan kebersihan.

"Kegiatan-kegiatan ini dilakukan atas saran dari rekan-rekan Indonesia sehingga segala sesuatu yang terjadi sesuai dengan konteks dan adat istiadat setempat dan untuk menjaga konsistensi antara tuntutan lokal dan kegiatan Yayasan ANAK, mitra kami ini," katanya.

Acara ini juga hendak memperkenalkan kegiatan Yayasan ANAK, sekaligus mengumpulkan orang dewasa dan anak-anak dari berbagai latar belakang seni, dalam bentuk budaya dan permainan.

Pengumpulan dana untuk pendidikan anak-anak asuhan Yayasan ANAK di berbagai daerah di Bali, yaitu Kabupaten Buleleng di Desa Panji Anom dan Desa Pakisan Galungan, Kabupaten Gianyar (Kecamatan Tegallalang), dan Kabupaten Karangasem (Desa Amed dan Desa Lean Bunutan, menjadi satu titik penting acara ini.

"Kami mencoba menawarkan pada Anda acara yang menyenangkan selama akhir pekan pertama di bulan Februari," katanya.

Pembukaan acara iu disi kreasi musik anak-anak berbakat dari Griya Musik Irama Indah, dilanjutkan dengan pameran dan lelang foto karya Claudia dan Karyne Lamouille, makan malam amal dengan masakan Prancis dan Bali, dan presentasi Yayasan ANAK melalui film pendek. 
 Ada juga pentas teater, tarian, lagu, "satua" atau dongeng Bali, joged persembahan anak-anak Yayasan ANAK dari Pakisan, serta pementasan musik akustik dari Emergency Exit, Nosstress, dan D`Kantin.

Keesokan harinya acara masih berlanjut dengan lokakarya gratis bagi anak-anak dari Yayasan ANAK, Komunitas Anak Tangguh, Bintang Buddha Dharma Indonesia Bali dan siswa-siswi SD Bali Public School.

"Pengenalan fotografi bagi anak-anak akan menjadi hal baru dan menyenangkan mereka, karena Semut Ireng Photography dan Kamera Lubang Jarum Bali akan melakukan hal ini. Selesai itu, mereka berlatih melukis tong sampah bersama Made Bayak dari Komunitas Anak Tangguh, dan melatih kecintaan pada lingkungan dan pengelolaan limbah dengan dari Peduli Alam," kata Sudjana.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.
Close