ANI YUDHOYONO:
Penanganan Kanker Harus Dilakukan Bersama
Rabu, 22 Februari 2012 | 12:07
Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono didampingi Pendiri Rumah Sakit Khusus Kanker MRCCC Siloam Semanggi dan Lippo Group DR Mochtar Riady (kelima dari kanan) serta Ibu Mochtar Riady (ketiga dari kanan) saat menjenguk sejumlah pasien yang ada di fasilitas rawat inap usai meresmikan Rumah Sakit Khusus Kanker MRCCC di kawasan Semanggi, Jakarta, Kamis (7/7). Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN JAKARTA - Ibu Ani Yudhoyono mengatakan penyakit kanker penanganannya harus dilakukan bersama-sama oleh semua pihak sehingga terjalin kerja sama terpadu pelayanan dan pengobatan kanker.
"Kita ketahui bersama, bahwa penyakit ini merupakan satu penyakit yang tidak menular dan semakin banyak dibicarakan dewasa ini baik di dunia internasional maupun dalam negeri sebagai salah satu penyakit yang meyebabkan kematian," kata Ibu Negara saat membuka seminar nasional tentang Kanker di Istana Negara Jakarta, Rabu pagi.
Ani Yudhoyono mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun memberikan perhatian khusus mengenai upaya pencegahan dan juga penanganan kanker di Indonesia.
"Menurut Presiden, pemerintah melalui Kemenkes terus berupaya untuk mengatasi upaya kesehatan termasuk kanker. Namun, diakui pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk menekan angka kematian dan kesakitan akibat kanker. Oleh karena itu, presiden berharap dukungan semua pihak agar kematian peyebab kanker bisa menurun. Peringatan Hari Kanker Sedunia ini sangat penting dan strategis untuk melihat dan mencermati dan menelaah besarnya masalah dampak dari penyakit kanker," kata Ani Yudhoyono.
7,6 juta meninggal
Ani mengatakan, dari data yang ada setiap tahun 12 juta orang di dunia terserang kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal.
Ada 13% kematian dunia disebabkan oleh kanker. Dan bila tidak dilakukan pengendalian maka pada 2030 diperkirakan 26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta di antaranya meninggal terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Peringatan Hari Kanker Sedunia ini sangat penting dan strategis untuk melihat dan mencermati dan menelaah besarnya masalah dampak dari penyakit kanker. Sebagaimana kita ketahui kanker tidak hanya terkait masalah kesehatan melainkan juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat," katanya.
Karena itu, kata Ani, sejak beberapa tahun terakhir pemerintah sudah mengalokasikan Jamkesmas bagi masyarakat miskin yang mengidap kanker.
"Terutama dengan mahalnya biaya perawatan penderita kanker. Sebetulnya pemerintah sejak beberapa tahun lalu sudah menerapkan Jamkesmas bagi masyarakat miskin dan setengah miskin. Yang intinya membebaskan biaya pengobatan termasuk bagi para penderita kanker,” katanya.
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam sambutannya mengatakan pada 2010 program Jamkesmas mengeluarkan dana lebih dari Rp143 miliar untuk rawat inap penderita kanker di kelas 3 rumah sakit. Sementara PT Askes pada 2010 menetapkan pengobatan kanker menempati urutan keempat dalam penyerapan biaya.
Pada 2011, terjadi lonjakan dalam pembiayaan kanker program Jamkesmas sebesar 8% dari tahun sebelumnya. Jenis Kanker yang dibiayai didominasi oleh kanker payudara dan kanker serviks. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!