ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Kualitas Kehidupan Seks Indonesia Baik
Rabu, 15 Februari 2012 | 10:52

JAKARTA-Hasil penelitian Sexual Wellbeing Global Survey oleh Durex menunjukkan kehidupan seks pria dan wanita Indonesia cukup baik. Survei itu menyatakan, 87% wanita dan 90% pria menikmati hubungan intim yang sehat.

"Hubungan seksual yang sehat adalah keseimbangan cukup antara faktor fisik, emosional dan sosiologis. Yang paling penting di sini adalah sisi emosionalnya," kata Manajer Umum Reckitt Benckiser (produsen kondom Durex) Indonesia, Ratanjit Das, di Jakarta, Selasa (14/2).

Dalam penelitian itu, sembilan dari 10 (90%) wanita di Indonesia setuju bahwa seks mendekatkan mereka secara emosional dengan pasangannya dan merasa dicintai saat berhubungan intim.

"Karena itu, cinta adalah hadiah terbaik yang diberikan seseorang kepada pasangannya karena cinta adalah faktor emosional yang paling besar," kata Ratanjit.

Di Indonesia, delapan dari sepuluh wanita (80%) dan tujuh dari sepuluh pria (70 persen) mengatakan bahwa aspek emosional dari hubungan seks, seperti perasaan dicintai, dihormati dan saling mengenal lebih mendalam merupakan faktor yang penting.

Survei yang sama menunjukan, di Amerika Serikat 75% wanita dan 83% pria merasa terpuaskan oleh pasangannya, sedangkan di Jepang, hanya 34% wanita dan 33% pria merasa terpuaskan oleh pasangannya.

Sexual Wellbeing Global Survey dilaksanakan Harris Interactive dengan metode online dan wawancara tatap muka. Survei dilakukan terhadap 29.003 orang dewasa (usia 18 ke atas) di 36 negara antara 6 September dan 3 Oktober 2011.

Dari angka itu 1.015 responden yang disurvei adalah warga negara Indonesia. Sampel data diambil secara proporsional agar sesuai dengan populasi penduduk dan populasi online.

Daftar 36 negara itu Australia, Austria, Kanada, Cina, Kolombia, Kroasia, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Yunani, Hong Kong, Hungaria, India, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Polandia, Portugal, Rumania, Rusia, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, Inggris dan Amerika Serikat. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close