ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 27 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Kepala BKKBN: Jangan Menikah Muda
Kamis, 1 Desember 2011 | 16:27

JAKARTA- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief mengatakan penduduk Indonesia sebaiknya tidak melakukan pernikahan dini atau menikah di usia muda.

"Jangan nikah muda," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief dalam acara "Editor Meeting dengan Pimpinan BKKBN" di Jakarta, Kamis (1/12).

Sugiri menjelaskan, kasus pernikahan dini masih kerap ditemukan di berbagai wilayah di tanah air.

"Usia pernikahan dini antara 16 hingga 19 tahun bahkan ada yang di bawah itu," katanya.

Termasuk program Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN Sudibyo Alimoeso menjelaskan, penundaan usia nikah merupakan salah satu program BKKBN dalam menekan laju pengendalian penduduk Indonesia.

"Pernikahan dini bisa mengakibatkan masa reproduksi yang jauh lebih panjang dibandingkan pernikahan setelah usia yang matang," katanya.

Dia menjelaskan, saat satu perempuan menikah di usia 16 tahun masa dia mempunya masa reproduksi jauh lebih panjang dibanding mereka yang menikah di atas usia 25 tahun.

"Dengan masa reproduksi yang lama maka kemungkinan untuk melahirkan semakin besar sehingga bisa saja mempunyai anak lebih dari dua bahkan lebih dari lima," katanya.

Hal tersebut jika dibiarkan maka akan menghambat program pengendalian laju pertumbuhan penduduk.

"Padahal jumlah penduduk Indonesia pada saat ini mencapai 240 juta lebih dengan laju pertumbuhan 1,49 persen per tahun," katanya.

Dia juga menjelaskan, untuk menyikapi hal tersebut , maka BKKBN membuat advokasi kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk melakukan penundaan usia menikah.

"Dengan gencarnya sosialisasi kepada masyarakat khususnya generasi muda maka diharapkan semakin berkurang bahkan hilang sama sekali kasus nikah muda," katanya.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!