ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

SYAMSUL ARIEF RIVAI:

KB Tingkatkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan
Rabu, 29 Februari 2012 | 13:46

JAYAPURA-  Penjabat Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai menegaskan, tujuan utama program Keluarga Berencana (KB) bukanlah untuk membatasi kelahiran, namun mengatur dan merencanakan kelahiran dengan baik.

"Dengan mengatur dan merencanakan kelahiran, akan diperoleh anak-anak sehat dan cerdas dan selain ibu yang tetap sehat, yang pada gilirannya nanti akan berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan kebahagiaan keluarga," kata Syamsul Arief Rivai di Jayapura, Rabu.

Menurut dia, tantangan pembangunan kependudukan di Indonesia tidak terlepas dari masalah kemiskinan yang sampai saat ini terus di tanggulangi dengan berbagai program pro rakyat, pro pertumbuhan dan pro pelestarian lingkungan.

“Walaupun setiap tahun kita telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin secara bertahap, namun penurunan ini harus dipercepat,” katanya.

Ia menambahkan, upaya penurunan jumlah penduduk jumlah penduduk miskin akan terus menerus dilaksanakan oleh pemerintah dan mengintegrasikan program pembangunan kependudukan dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk.

Gubernur berharap, setiap stakeholder dapat segera mensinkronkan kebijakan dan strategi pembangunan kependudukan dan KB dengan program penanggulangan kemiskinan, mengingat fokus dari pembangunan kependudukan dan keluarga berencana adalah bagaimana menyerasikan kebijakan pengaturan dan pengendalian penduduk.

"Dengan program pembangunan lainnya melalui pemberdayaan keluarga miskin agar memperoleh prioritas dalam rangka pelayanan KB di daerah terpencil, wilayah perbatasan dan pulau terluar serta peningkatan pendapatan keluarga," tuturnya.

Gubernur mengatakan, dalam kurung waktu 10 tahun terakhir pelaksanaan program kependudukan dan KB kurang memberikan hasil seperti yang diharapkan. Hal ini tercemin dengan adanya pertumbuhan penduduk yang mengalami peningkatan, sehingga terjadi pertambahan penduduk yang signifikan.

"Jumlah penduduk Papua yang telah diumumkan oleh BPS merupakan prediksi jumlah penduduk Papua pada masa satu atau dua tahun ke depan," katanya.

Dia menilai, program-program KB yang sangat baik di masa lalu, di masa kini kurang gencar disosialisasikan secara signifikan kepada masyarakat terutama tokoh masyarakat, agama, generasi muda, dan lingkungan pekerja terutama di daerah padat penduduk.

Lanjutnya, hal itu menyebabkan sebagian masyarakat masih belum memahami tujuan program pembangunan manusia Indonesia sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan rakyat dan merupakan investasi yang akan berdampak pada perbaikan indeks pembangunan manusia (IPM).

"Sampai saat ini masih terdapat di kalangan tertentu yang masih mengartikan bahwa program KB adalah kegiatan untuk membatasi kelahiran," ujarnya.

Padahal tujuan utama KB adalah untuk mengatur dan merencanakan kelahiran dengan baik. Pemahaman inilah yang harus segera mungkin disosialisasikan ke masyarakat hingga ke kampung-kampung. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!