Bank Dunia akan Perkuat Aliansi dengan UNAIDS
Senin, 23 Juli 2012 | 10:13
HIV/AIDS JAKARTA-Bank Dunia akan memperkuat aliansi dengan UNAIDS (Badan PBB yang mengkoordinasi aksi global terkait HIV/AIDS) dan berbagai lembaga internasional lainnya untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di dunia.
"Saya berkomitmen untuk memperkuat aliansi multilateral Bank Dunia dengan UNAIDS dan Global Fund, serta kemitraan kami dengan badan teknis PBB, WHO dan UNICEF," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dalam keterangan tertulis Senin (23/7) .
Jim Yong Kim merupakan Presiden Bank Dunia pertama yang memberikan kata sambutan dalam Konferensi AIDS Internasional yang tahun 2012 ini digelar di Washington DC, Amerika Serikat.
Menurut dia, gerakan penanggulangan AIDS juga telah turut mempercepat kemajuan melawan kemiskinan global sehingga Bank Dunia bertekad untuk selalu ikut bekerja sama dalam menanggulangi AIDS hingga berhasil.
Ia memaparkan, Bank Dunia pertama kali pada tahun 2000 mengucurkan satu miliar dolar AS pertama untuk mendukung penanggulangan AIDS.
Pada saat ini di bidang kesehatan, lanjutnya, keunggulan Bank Dunia adalah dalam membangun sistem dan strategi sektor kesehatan yang berfokus mendukung penciptaan sistem kesehatan yang berkelanjutan dan juga mencakup kalangan miskin.
"Kami juga membantu negara-negara membangun sistem perlindungan sosial yang dapat memitigasi dampak dari kejadian seperti guncangan ekonomi dan bencana kesehatan termasuk AIDS, bagi keluarga dan masyarakat," kata Jim.
Presiden Bank Dunia juga mengatakan, pihaknya juga membantu beberapa pemerintahan untuk mengimplementasikan model pembiayaan berdasarkan kinerja, yang memberikan ganjaran finansial bagi fasilitas kesehatan lokal yang meningkatkan jasa layanan dan memperbaiki kualitas kesehatan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di Jakarta, Kamis (19/7) mengemukakan, upaya mencegah penularan HIV/AIDS telah banyak mengalami kemajuan kecuali pencegahan melalui hubungan seksual yang masih mengalami hambatan.
"Masih meningkat. Dengan segala upaya yang kita lakukan ada kemajuan, terutama penularan di kalangan pengguna narkoba suntik sudah mulai menurun. Namun penularan melalui seksual masih terlalu banyak tantangan," kata Nafsiah Mboi.
Prilaku seksual berisiko, menurut Menkes, masih banyak ditemui hampir di seluruh kabupaten dan kota di berbagai provinsi sehingga sangat rentan terhadap penularan HIV.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!