ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Angka Perceraian di Indonesia 10% per Tahun
Senin, 18 Juli 2011 | 14:16

BANDUNG - Perceraian pasangan suami istri (Pasutri) di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan dan berdasarkan data Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama, angka perceraian di Indonesia mencapai 10% dalam setiap tahunnya.

"Jika setiap tahunnya ada dua juta pasangan suami istri yang menikah, maka 10%-nya bercerai," kata Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Saerodji, di sela-sela acara Pengukuhan Keluarga Sakinah Teladan dan Kinerja Kepala KUA Teladan, di Kota Bandung, Senin.

Saerodji mengaku prihatin dengan data perceraian tersebut karena kalau di Indonesia banyak pasangan suami istri yang bercerai maka hal ini akan berdampak bangsa ini. "Kalau setiap tahunnya banyak yang bercerai dan berlangsung terus menerus maka bukan tidak mungkin bangsa ini akan hancur," kata Saerodji.

Ia menjelaskan, perceraian dalam sebuah rumah tangga bukan hanya berdampak pada suami istri semata, namun pada anak atau keturunannya. "Perceraian itu juga akan membuat anak broken home," katanya.

Oleh karena itu, adanya Pengukuhan Keluarga Sakinah Teladan ini diharapkan bisa menekan angka perceraian di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Kanwil Kemenag Jawa Barat mengumumkan Keluarga Sakinah Teladan dan Kinerja Kepala KUA Teladan Tingkat Provinsi Jabar tahun 2011.

Pemenang pertama pada masing-masing kategori akan menjadi delegasi Provinsi Jabar pada perlombaan serupa tingkat nasional. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close