AMN akan Diperiksa Psikolog UI
Senin, 20 Februari 2012 | 16:48
Seto Mulyadi. Foto: Ist DEPOK- Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, Polres Depok sedang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi psikologis tersangka AMN, bocah siswa kelas VI SD di Depok yang menikam temannya Saiful.
"Rencananya pemeriksaan dilakukan paling lambat Kamis oleh psikolog dari UI (Universitas Indonesia)," kata Kombes Pol Mulyadi Kaharni di Depok, Senin.
Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah memeriksa korban dan pelaku serta sejumlah saksi. Terkait kasus pencurian telepon genggam sendiri, saat ini pelaku sudah menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Ia menjelaskan faktor yang mendorong pelaku melakukan penusukan adalah sakit hati pada korban karena dilaporkan perbuatannya mencuri kepada guru.
Penjara bukan solusi
Sementara itu, pemerhati masalah anak Seto Mulyadi kembali mengatakan, penjara bukan solusi terbaik untuk menghukum anak akibat perbuatan kejahatan yang dilakukannya.
Hal tersebut dikatakan Kak Seto ketika mengunjungi Polsek Beji Depok, Senin, untuk menjenguk tersangka AMN.
Ia mengatakan untuk menangani kasus tersebut diperlukan mediasi kedua belah pihak masing-masing keluarga untuk menyelesaikan kasus tersebut antara keluarga pelaku dan keluarga korban.
Seto berharap agar pihak keluarga pelaku untuk segera meminta maaf kepada keluarga korban. "Kami akan melakukan komunikasi dengan orang tua para tersangka, kepada wali kelas, agar tak lakukan penahanan," tegas Kak Seto seperti dikutip Antara.
Pelaku, kata Kak Seto, memiliki latar belakang perlakuan kekerasan oleh keluarganya. Pelaku memiliki trauma karena sering diperlakukan kasar oleh keluarganya. "Setelah orang tuanya cerai AMN tinggal dengan kakaknya," katanya.
Sedangkan Wali kota Depok Nur Mahmudi Isma'il Depok menegaskan pihaknya akan menanggung seluruh biaya rumah sakit sampai anak tersebut dapat kembali bersekolah.
Ia mengatakan kejadian penusukan ini merupakan kejadian luar biasa, karena dilakukan oleh anak di bawah umur (13 tahun). Diketahui pelaku merupakan warga pendatang dan tidak tinggal dengan orangtuanya.
Langkah awal Pemerintah Kota adalah bekerjasama dengan Jajaran Polresta Depok untuk mengetahui sebab musabab, mengidentifikasi dan mencari solusi agar hal seperti ini tidak terulang di kemudian hari.
Wali kota berpesan kepada para orang tua bahwa perlu keharmonisan keluarga, kasih sayang yang cukup, pendidikan agama, pembatasan penayangan kekerasan di televisi (yang akan memicu sikap imitasi), merupakan faktor penting agar anak-anak tidak melakukan perilaku menyimpang terlebih lagi pembunuhan berencana. (*/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!