ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

76% Warga Surabaya Bebas Nyeri Kanker
Senin, 6 Februari 2012 | 11:53

SURABAYA- Sebanyak 76% warga Surabaya sudah bebas dari nyeri kanker yang merupakan penyebab penyakit kanker itu hingga 70-100%, padahal kampanye "Surabaya Bebas Kanker" baru dimulai tahun 2008.

"Sekarang, mulai ada hasilnya," kata Pembina Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD dr Soetomo/FK Unair Surabaya Prof dr Sunaryadi Tejawinata ketika menerima bantuan dari Universitas Narotama (Unnar) Surabaya, Senin (6/2) .

Acara penyerahan bantuan itu dihadiri Rektor Unnar Ir Hj Rr Iswachyu Dhaniarti DS, Konsul Filipina di Surabaya Carmelito J Zagrado, dan Kepala Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD dr Agus Ali Fauzi PGD Pall.Med (ECU).

"Itu laporan dari 53 puskesmas dan 50 rumah sakit di Surabaya pada awal tahun lalu. Artinya, kanker itu bisa diatasi sejak dari gejalanya berupa nyeri kanker, karena terbukti 76 persen warga Surabaya sudah bebas dari nyeri kanker itu," paparnya.

Salah seorang pendiri Poliklinik Perawatan Paliatif dan Bebas Nyeri di RSUD dr Soetomo Surabaya itu menilai bantuan Universitas Narotama juga penting, karena pasien itu tidak hanya dapat dilihat dari aspek penyakit, tapi aspek manusia-nya.

Dalam kesempatan itu, Rektor Unnar Ir Hj Rr Iswachyu Dhaniarti DS yang akrab disapa Yayuk itu mengatakan bantuan yang diserahkan pihaknya itu menunjukkan bahwa para pasien paliatif itu tidak sendirian.

"Bantuan kami mungkin kecil, tapi kami memberikan perhatian kepada mereka pada Dies Natalis ke-31 Unnar," tutur Yayuk yang juga Ketua Lembaga Kemanusiaan ESQ Jawa Timur.

Selain menyerahkan 50 bingkisan untuk penderita paliatif, Yayuk juga menyerahkan bantuan atas nama Lembaga Kemanusiaan ESQ Jatim berupa dana operasional Poliklinik Paliatif RSUD dr Soetomo Surabaya sebesar Rp50 juta.

Bantuan Universitas Narotama itu mendapat apresiasi dari Konsul Filipina Carmelito J Zagrado. "Pemberian bantuan dengan mendatangi pasien merupakan amal baik yang disukai Allah," katanya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD dr Agus Ali Fauzi PGD Pall.Med (ECU) menjelaskan Poliklinik Paliatif di Surabaya memiliki 15 ahli paliatif, padahal ahli paliatif di Indonesia hanya ada 16 orang.

"Paliatif itu meringankan penderitaan penderita penyakit degeneratif (kanker, HIV/AIDS, dan sejenisnya) melalui perawatan yang bersifat perlindungan sejak dini agar terhindar dari penyakit itu," ujarnya.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close