ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

4,7 Juta Balita Indonesia Derita Gizi Kurang
Jumat, 18 Maret 2011 | 13:58

BANDUNG-Sekitar 4,7 juta balita di Indonesia kini menderita gizi kurang dan 1,3 juta lainnya mengalami gizi buruk.

Asistem III Pemprov Jabar Aip Rifai pada Workshop Penguatan Peran dan Fungsi Kelembagaan Keluarga Berencana di Daerah Guna Mencegah Ledakan Penduduk Tahun 2011 di Bandung, Jumat (18/3)  mengatakan bahwa data tersebut merupakan hasil sensus penduduk dan riskesdas 2010.

Dalam sensus tersebut, tercatat jumlah balita di Indonesia sebanyak 26,7 juta. Dari jumlah tersebut, 17,9 persen atau 4,7 juta balita menderita gizi kurang dan 5,4 persen atau 1,3 juta balita menderita menderita gizi buruk.

"Dengan demikian setidaknya ada 5,5 juta balita yang dikhawatirkan tidak berkualitas di masa yang akan datang," ujarnya.

Ia menambahkan, dari 4,5 juta bayi yang lahir per tahun di Indonesia, terdapat 11,5 persen yang berat badannya rendah (kurang dari 2500 gram). Ini akan berakibat pada kualitas hidup di masa datang.

Dikatakannya, untuk merespon permasalahan tersebut pemerintah telah nmelaksanakan dan mengembangkan program pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana yang dapat memberikan kontribusi untuk mewujudkan manusia Jawa Barat yang mandiri, dinamis dan sejahtera.

Namun, yang cukup menarik saat ini terkait dengan isu kelembagaan yakni dengan terbitnya UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.

Oleh karena itu, pihaknya berharap revitalisasi program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana dapat berjalan secara sinergis antara Pemprov Jabar dan kabupaten/kota yang ada.(*/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close