ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Tahun Ini Pemerintah Bangun 110 SPBG
Kamis, 12 Januari 2012 | 20:22

Petugas mengisi bahan bakar gas di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Jakarta, Sabtu (7/1). Pemerintah siap melaksanakan pembatasan BBM bersubsidi dan pengalihan ke bahan bakar gas (BBG) yang akan dimulai April tahun ini. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA Petugas mengisi bahan bakar gas di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Jakarta, Sabtu (7/1). Pemerintah siap melaksanakan pembatasan BBM bersubsidi dan pengalihan ke bahan bakar gas (BBG) yang akan dimulai April tahun ini. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

SERPONG - Pemerintah akan membangun 110 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dengan nilai sekitar Rp 4 triliun di Jawa pada 2012 untuk mendukung program pembatasan bahan bakar minyak per 1 April.

Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo usai mempromosikan kendaraan dinasnya memakai alat konverter gas di sebuah bengkel, kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, mengatakan, sebanyak 19 SPBG di antaranya akan dibangun di Jakarta pada April 2012.
"Pemerintah serius mengembangkan gas transportasi untuk mendukung program pembatasan BBM," katanya.

Menurut dia, program gas transportasi terbagi menjadi dua yakni gas terkompresi (compressed natural gas/CNG) dan gas cair untuk kendaraan (liquid gas for vehicle/LGV).

CNG akan dijual di SPBG-SPBG yang sementara akan dibangun pemerintah melalui dana APBN. Namun, ke depan, Widjajono berharap, swasta ikut membangun SPBG.

Penyediaan LGV lebih mudah dan murah karena bisa dibangun di SPBU yang menjual BBM. Biaya pembangunan dispenser dan tangki timbun LGV diperkirakan sekitar Rp 1,5 miliar per unit.

Sedangkan pembangunan SPBG cukup mahal, sekitar Rp 40 miliar per unit, karena mesti dibangun khusus dan terpisah.

Saat ini, sudah terdapat 10 SPBG di Jakarta, Palembang, dan Surabaya. Sementara, SPBU yang menjual LGV sudah sebanyak 10 di wilayah Jakarta.

Widjajono optimistis, bisnis CNG dan LGV bakal meningkat di masa depan, karena memiliki harga yang murah. "Saat ini, harga keekonomian CNG hanya Rp 4.100 per liter setara premium, sementara LGV Rp 6.600 atau jauh di bawah pertamax yang di atas Rp 8.000 per liter," katanya. (tk/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close