ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

SKK Migas Minta SPR Optimalkan Produksi
Sabtu, 23 Maret 2013 | 7:44

PEKANBARU-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi meminta PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) untuk meningkatkan potensi produksi yang mencapai 800 barel oil per day (bopd).

"Wilayah kerja (WK) Langgak yang dikelola oleh SPR memiliki potensi produksi 800 bopd dan Masih dikelola secara primer," kata Deputi Pengendali Operasi SKK Migas, Muliawan, di Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat.

Muliawan mengatakan, dari target produksi minyak bumi yang ditetapkan dalam Work Plan and Budget (WPNB) 2013 sebesar 930 bopd, SPR baru memproduksi 623 bopd. Oleh karena itu, SKK Migas meminta untuk dilakukannya peningkatan produksi.

Muliawan menambahkan, agar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tersebut melakukan secondary treatment melalui enhanced oil recovery dengan injeksi.

"Untuk kunci optimalisasi produksi adalah penyelesaian proyek yang tepat waktu, selain itu SPR juga diharapkan punya proyek jangka pendek, seperti dengan Water injection," ujar Sejak awal tahun, produksi SPR naik-turun akibat kebocoran pipa PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang menjadi sharing facility kedua KKKS tersebut.

"Kebocoran pipa CPI berpengaruh terhadap SPR yang masih tergantung pada pipa, dan seharusnya harus menjaga pemboran serta work over tepat waktu sehingga prediksinya lebih baik," kata Muliawan.

Sementara itu, General Manager SPR Jaban Nur mengatakan bahwa kendala produksi terkendala akibat terganggunya penyaluran karena kurangnya fasilitas perawatan air di Langgak dan harus melaksanakan wet shipment.

"Untuk mengatasi kendala tersebut pihaknya bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung, dan diharapkan pada April studi tersebut bisa selesai," tambah Jaban Nur.

Pada tahun 2013, pihaknya akan melakukan pemboran tiga sumur, yakni LGK 31, LGK34 dan LGK 35, dan total sumur yang dimiliki SPR sebanyak 32 sumur.

Sejak diambil alih dari CPI sejak 2010, produksi SPR terus alami peningkatan, dari 351 bopd, 592 bopd, 588 bopd dan pada tahun ini ditargetkan 930 bopd.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!