ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

PLTU Cirebon Senilai Rp8 Triliun Siap Dioperasionalkan
Kamis, 18 Oktober 2012 | 14:50

CIREBON-Menteri ESDM Jero Wacik meresmikan pengoperasian PLTU Cirebon berkapasitas 660 MW dengan nilai investasi mencapai Rp8 triliun.

PLTU yang diresmikan di Cirebon, Jabar, Kamis (18/10) dibangun konsorsium Indika Energy Tbk, Marubeni Corporation, Korea Midland Power Company, dan Samtan Co Ltd dengan skema pembangkit listrik swasta (power producer independent/IPP).

Dalam rilis PT Cirebon Electric Power, selaku operator PLTU, pembangkit yang berlokasi 10 km sebelah timur Kota Cirebon, dibangun di atas lahan 87 ha.

Konsorsium telah mengikat perjanjian jual beli dengan PLN selama 30 tahun.

PLTU tersambung pada grid PLN berkapasitas 150 kV dengan tambahan pasokan listrik ke sistem interkoneksi Jawa-Bali sebesar 5.500 GWh per tahun.

Proyek memakai teknologi "supercritical boiler" yang mampu mengolah batubara kalori rendah dengan lebih efisien.

PLTU juga memakai sistem pendingin dengan "cooling tower", sehingga sistem sirkulasi airnya menjadi jauh lebih ramah lingkungan.

Masa konstruksi berlangsung selama 40 bulan dengan kontraktor pelaksana Doosan Heavy Industry (DHI).

Untuk "unloading" batu bara, pembangkit tersebut memakai jetty sepanjang 2 km, dua "crane", dan "conveyer" yang mampu mengangkut batu bara hingga 1.300 ton per jam.

PLTU memerlukan pasokan batu bara 2,8 juta ton per tahun atau setara pemakaian BBM sebesar 950.000 kiloliter per tahun, sehingga menghemat Rp5,7 triliun per tahun. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close