ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

PLTU Batang Rp 35 Triliun Mulai Dibangun Oktober 2012
Rabu, 30 Mei 2012 | 17:21

Dua penjaga stan mengamati maket PLTU yang merupakan proyek kelistrikan penunjang Jawa Bali saat Pameran Energi di Jakarta, belum lama ini. Dengan penambahan kapasitas PLTU 1 Banten, Suralaya, kapasitas 1x625 megawatt (MW), PLTU 3 Banten, Lontar Unit 1 kapasitas 1x315 mw, dan PLTU Tanjung Jati B ekspansi Unit 3 kapasitas 1x660 MW, hingga akhir 2011 daya sistem Jawa Bali menjadi 23 ribu MW. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Dua penjaga stan mengamati maket PLTU yang merupakan proyek kelistrikan penunjang Jawa Bali saat Pameran Energi di Jakarta, belum lama ini. Dengan penambahan kapasitas PLTU 1 Banten, Suralaya, kapasitas 1x625 megawatt (MW), PLTU 3 Banten, Lontar Unit 1 kapasitas 1x315 mw, dan PLTU Tanjung Jati B ekspansi Unit 3 kapasitas 1x660 MW, hingga akhir 2011 daya sistem Jawa Bali menjadi 23 ribu MW. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

BATANG - Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) senilai Rp 35 triliun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan dimulai pada Oktober 2012.

"Peletakan batu pertama proyek pembangunan PLTU di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, akan kami lakukan Oktober mendatang," kata Ari Wibowo, perwakilan Konsorsium PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pelaksana proyek pembangunan PLTU tersebut di Batang, Rabu.

Menurut dia, sebelum membangun bangunan induk, pihaknya membutuhkan akses jalan dan sarana lain untuk mendukung pelaksanaan proyek itu.

Saat ini PT Bhimasena Power Indonesia selaku konsorsium perusahaan swasta asing sedang menyiapkan infrastruktur pendukungnya.

Sebagai bukti komitmen PT BPI pada masyarakat Kabupaten Batang, kata dia, meski proyek PLTU berkapasitas 2 x 1.000 megawatt belum dibangun namun perusahaan sudah menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR).

Ia mengatakan bahwa PT BPI telah menyiapkan alokasi dana CSR sebesar Rp1 miliar yang bersumber dari kucuran dana PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) yang merupakan perusahaan di bawah naungan Kementerian Keuangan Indonesia sebesar Rp500 juta dan PT BPI sebesar Rp500 juta.

"Kucuran dana itu untuk membantu keperluan masyarakat pada bidang kesehatan dan pendidikan. Meski PLTU belum dibangun, kami sudah menyalurkan CSR, seperti pengobatan gratis, pengadaan air bersih, dan pendidikan yang telah mencapai Rp500 juta," katanya.

Menurut dia, meski pembangunan proyek PLTU di Karanggeneng terus menuai penolakan dari warga desa setempat namun PT BPI akan tetap membangun proyek terbesar se-Asia Tenggara itu di Desa Karanggeneng.

"Sesuai pengajuan izin lokasi yang saat ini sedang diproses di Pemkab Batang, proyek pembangunan PLTU tetap di Desa Karanggeneng," katanya.

Wakil Bupati Batang, Sutadi mengatakan bahwa proyek pembangunan PLTU akan membawa perubahan besar terhadap kemajuan daerah setempat.

"Ini proyek besar yang akan membawa perubahan besar sehingga kami berharap masyarakat juga bisa memberikan dukungan terciptanya pembangunan PLTU di Batang," katanya. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

AndiRudyHerianto | 9:13am May 31, 2012

Tahu ndak si Ir. Ari Wibowo itu apa CSR itu?.............Pak Sutadi PLTU dibangun itu oke tidak ada yang tidak oke,tapi tempatnya itu lho.................





Close