ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

PGE Minta Harga Listrik Geothermal Segera Ditetapkan
Selasa, 19 Juni 2012 | 0:03

Sejumlah pengunjung mengamati maket di stan proyek Geothermal PLTP Condesing berkapasitas 3 MW saat pameran Indo Geothermal 2011 di Jakarta, baru-baru ini. Hingga akhir 2011, system panas bumi yang ada di Indonesia dan yang sudah dikembangkan baru terbatas di lokasi system hidrotermal yang berada di 276 lokasi. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Sejumlah pengunjung mengamati maket di stan proyek Geothermal PLTP Condesing berkapasitas 3 MW saat pameran Indo Geothermal 2011 di Jakarta, baru-baru ini. Hingga akhir 2011, system panas bumi yang ada di Indonesia dan yang sudah dikembangkan baru terbatas di lokasi system hidrotermal yang berada di 276 lokasi. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menginginkan agar pemerintah segera menetapkan kebijakan yang sesuai mengenai harga listrik geothermal.

"Harga jual listrik geothermal saat ini masih rendah, misalnya, di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang IV harganya masih US$ 3 sen per kWh. Pemerintah dapat membantu pengembangan sektor produksi listrik geothermal melalui kebijakan harga yang masuk akal," kata Presiden Direktur PT PGE Slamet Riadhy di Jakarta, Senin.

Menurut Slamet, industri pembangkit listrik bertenaga geothermal masih menjadi bisnis yang memiliki risiko tinggi dan memerlukan investasi yang besar.

PGE mengharapkan agar harga jual listrik dari energi geothermal yang diproduksi di Ulubelu 3 dan 4 kelak lebih baik dari Ulubelu 1 dan 2 yang akan segera beroperasi, atau setidaknya sesuai dengan ketetapan tarif yang ditentukan pemerintah.

"Dari segi ekonomis, kami berharap tarif yang ditetapkan oleh pemerintah reasonable. Untuk uap Rp7 sen per kWh, sedangkan listrik Rp10 per kWh. Jadi, harga listrik geothermalnya di atas Rp4,2 sen per kWh," kata Slamet.

Ia mengungkapkan, saat ini PT PGE mengelola energi listrik geothermal sebesar 292 megawatt (MW), dan dari jumlah tersebut, sekitar 20 MW diproduksi dari PLTP Lahendong.

Tahun ini, lanjut Slamet, PGE memasang target produksi sebesar 110 MW dari kawasan geothermal di PLTP Ulubelu 1 dan 2.

"Jadi, dari Ulubelu 1 dan 2 ini kami jual ke PLN sehingga tidak perlu meminjam dari Bank Dunia. Namun, untuk pembangunan PLTP Ulubelu 3 dan 4, kami harus pinjam karena perlu dibangun powerplant," ujar Slamet.

Ia menuturkan pinjaman yang dimaksud itu merupakan pinjaman lunak dari Bank Dunia sebesar US$300 juta untuk mendorong realisasi produksi listrik geothermal 1.000 MW, terutama untuk wilayah Sumatera dan Sulawesi. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!