ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pertamina Pasang Pengendali BBM AKhir Agustus
Senin, 5 Agustus 2013 | 23:53

Petugas menunjukan salah satu alat Radio Frequency Identification (RFID) dalam simulasi Sistem Monitoring dan Pengendalian BBM di SPBU jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pekan lalu. Penggunaan sistem tersebut ditujukan untuk memonitor penggunaan BBM agar lebih tepat sasaran, khususnya untuk BBM bersubsidi. Foto: Investor Daily/ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/mes/13 Petugas menunjukan salah satu alat Radio Frequency Identification (RFID) dalam simulasi Sistem Monitoring dan Pengendalian BBM di SPBU jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pekan lalu. Penggunaan sistem tersebut ditujukan untuk memonitor penggunaan BBM agar lebih tepat sasaran, khususnya untuk BBM bersubsidi. Foto: Investor Daily/ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/mes/13

JAKARTA - PT Pertamina akan mulai memasang alat pengendali pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di kendaraan pada akhir Agustus 2013.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa alat pengendali akan mulai dipasang di mobil terutama di wilayang Jawa, Kalimantan, dan Sumatera Selatan.

"Pekerjaan besar pengendalian BBM adalah memasang alatnya di kendaraan. Kami akan maksimalkan dahulu di mobil sekitar 10 hari setelah Lebaran," katanya.

Menurut dia, saat ini, Pertamina sebenarnya sudah memasang alat pengendali di kendaraan. Namun masih terbatas pada sebagian kendaraan milik Pemerintah dan BUMN.

Hanung mengatakan, pemasangan alat pengendali di kendaraan secara penuh kemungkinan bisa dilakukan pertama kali di Kalimantan. "Kalimantan merupakan wilayah atau pulau yang terisolasi sehingga lebih mudah dilakukan," katanya.

Sementara itu, di wilayah Jawa, akan cukup memakan waktu mengingat pergerakan kendaraan antarpulau yang relatif cukup tinggi.

Kendati demikian, lanjut dia, pemasangan alat pengendali di Kalimantan akan bisa menekan pemakaian BBM, khususnya solar secara efektif, dikarenakan indikasi penyelewengan bahan bakar tersebut ke industri pertambangan dan perkebunan yang relatif cukup tinggi.

Menurut dia, dari target pemasangan di 276 unit SPBU di wilayah Jabodetabek, pihaknya sudah memasang di 150 unit hingga pertengahan Juli 2013. "Kami targetkan pertengahan Agustus semua alat pengendali sudah berfungsi di 276 SPBU," ujarnya.

Secara total, pemasangan alat pengendali akan dilakukan di 5.027 SPBU dan 100 juta kendaraan yang terdiri atas 11 juta mobil penumpang, 80 juta motor, tiga juta bus, dan enam juta truk. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.