ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pertamina Optimistis Pembangunan Kilang Donggi-Senoro Selesai 2014
Minggu, 21 Agustus 2011 | 12:00

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) optimistis proyek pembangunan kilang gas alam cair Donggi-Senoro di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dapat selesai sesuai target, yakni pada 2014.

"Saya baru saja dari lokasi dan saya lihat progres proyek baik di hulu maupun hilir berjalan baik. Saya optimistis pengapalan pertama LNG bisa dilakukan pada 2014," kata Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husen di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, memang masih ada sedikit persoalan pembebasan lahan khususnya di bagian hulu yang bakal menjadi lokasi kegiatan eksplorasi dan produksi, yang belum selesai.

Sementara, pembebasan lahan di bagian hilir yang bakal menjadi lokasi kilang sudah selesai dilakukan.

Setiap proyek, lanjut Husen, pasti menemui masalah dalam pembebasan lahan. "Namun, saya yakin tim yang bekerja di sana bisa menyelesaikannya," katanya.

Hal senada dikemukakan Vice President Corporate Communications Mochamad Harun.

Menurut dia, proyek Senoro akan mulai berproduksi pada 2014. "Sebagian produksi gas akan dimanfaatkan bagi kebutuhan dalam negeri yakni buat pembangkit dan pupuk," ujarnya.

Proyek pengembangan gas Senoro mencakup pengembangan gas di Blok Senoro-Toili yang dikelola oleh Join Operating Body (JOB) Pertamina-Medco dan area Matindok yang dioperasikan Pertamina.

Gas dari kedua lapangan tersebut kemudian diolah menjadi gas alam cair di Kilang Donggi-Senoro.

Proyek Donggi-Senoro merupakan proyek pengembangan gas alam cair pertama di Indonesia yang menggunakan skema hilir.

Berdasarkan perhitungan, dengan asumsi proyek berjalan 13 tahun dan harga minyak mentah US$70 per barel, negara diperkirakan memperoleh pendapatan US$6,7 miliar.

Proyek juga diperkirakan menyediakan ribuan tenaga kerja langsung dan sekaligus dampak ikutan seperti hotel, makanan, dan jasa lain yang melibatkan pengusaha lokal.

Manfaat lain proyek adalah pengalokasian gas untuk pembangkit listrik di dekat lokasi proyek yang akan menumbuhkan industri baru.

Proyek Kilang LNG Senoro direncanakan berkapasitas dua juta ton per tahun.

PT DSLNG, selaku operator kilang, sudah menandatangani perjanjian jual beli LNG dengan tiga pembeli selama 13 tahun sejak 2014.

Mereka adalah Chubu Electric Power Co Inc, Jepang dengan volume satu juta ton, Kyushu Electric Power Co Inc, Jepang 300.000 ton per tahun, dan Korea Gas Corporation (Kogas) 700.000 ton per tahun.

Saat ini, komposisi pemegang saham DSLNG adalah Sulawesi LNG Development Ltd 59,9%, PT Pertamina Hulu Energi 29%, dan PT Medco LNG Indonesia 11,1%.

Sulawesi LNG Development Ltd merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki Mitsubishi Corporation 75%, dan Kogas 25%. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close