Pemerintah Segera Bahas Kajian BBM dengan DPR
Selasa, 21 Februari 2012 | 8:56
Pemerintah Segera Bahas Kajian BBM dengan DPR. Foto: Portal ID/gora kunjana JAKARTA- Pemerintah segera membahas kajian pengurangan subsidi bahan bakar minyak dengan Dewan Perwakilan Rakyat.
Menteri ESDM Jero Wacik di Jakarta, Senin (20/2) mengatakan, pemerintah sudah menyelesaikan kajian BBM yang diminta DPR.
"Kami sudah selesaikan 'roadmap' yang diminta dan akan segera raker lagi dengan Komisi VII DPR," katanya.
Namun, Jero enggan memberikan hasil kajiannya, karena mesti disampaikan dulu ke DPR.
Hanya saja, ia menambahkan, kajian yang akan dipilih nantinya akan dikaitkan dengan APBN Perubahan 2012.
Hal senada disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo.
"Hari ini kajian selesai, tapi saya belum terima," katanya.
Evita Legowo juga mengatakan, pada 1 April 2012, pihaknya akan memulai program pembatasan BBM dengan melarang kendaraan pemerintah memakai BBM subsidi.
"Mulai 1 April ini, kami akan lakukan secara bertahap konversi gas. Kami tidak buru-buru, dimulai dari kendaraan pemerintah," katanya.
Saat raker Jero Wacik dengan Komisi VII DPR, pemerintah diminta melakukan kajian tiga opsi pengurangan subsidi BBM yakni pembatasan, konversi gas, dan kenaikan harga.
Pemerintah sudah menunjuk konsorsium universitas yakni ITB, UI, dan Unpad bersama Lemigas Kementerian ESDM untuk melakukan kajian sesuai permintaan DPR tersebut.
Terdapat tiga skenario yang disiapkan pemerintah terkait kenaikan harga BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi yakni Rp500, Rp1.000, atau Rp1.500 per liter.
Pemerintah juga membahas kenaikan harga BBM bagi angkutan umum termasuk usaha kecil, namun dengan pemberian uang pengembalian (cash back) sebagai kompensasinya.
Di luar opsi-opsi itu, pemerintah juga membahas pemberian subsidi tetap sebesar Rp2.000 per liter.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!