ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Ketersediaan Pertamax di Jatim Capai 70%
Selasa, 21 Februari 2012 | 12:24

SURABAYA- Ketersediaan pertamax di Jawa Timur mencapai 70% dari total Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada saat ini karena Pertamina masih menyiapkan infrastruktur menjelang pembatasan BBM subsidi April mendatang.

"Memang belum 100% ketersediaan pertamax di Jatim. Namun, kami berupaya agar seluruh SPBU di Jatim yang kini mencapai 800-an SPBU siap menjual pertamax," kata "General Manager" Pertamina Pemasaran Region V (Jatim, Bali, Nusra), Afandi, ditemui dalam silaturahmi manajemen Pertamina di Surabaya, Selasa (21/2).

Bahkan, ungkap dia, pihaknya siap memperbanyak ketersediaan bahan bakar minyak lain seperti dex di Jatim, meskipun permintaan pasar terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi belum besar.

"Masih minimnya permintaan pasar karena perilaku masyarakat di Jatim belum siap memakai BBM nonsubsidi, terutama pertamax," ujarnya.

Ia mencontohkan, jika di Jatim ada 100 unit mobil yang sudah mengonsumsi pertamax hanya satu unit.

"Padahal, di sejumlah daerah di Kalimantan dari 100 unit mobil ada empat unit di antaranya telah memakai pertamax," paparnya.

Di sisi lain, terkait upaya pembatasan konsumsi BBM subsidi, tambah dia, secara umum baik penerapan opsi kenaikan harga BBM maupun lainnya Pertamina siap mengemban tugas dari pemerintah.

"Apalagi sesuai kebijakan dalam undang-undang migas Pertamina menjalankan tugas sebagai operator. Untuk itu, kami bukan regulator sehingga hanya mendistribusikan BBM dan produk lain," katanya.

Meski sampai sekarang belum ada keputusan dari pemerintah terkait kebijakan BBM bersubsidi, lanjut dia, Pertamina juga sudah melakukan langkah antisipasi.

"Selain itu, kami pun rutin mengikuti perkembangan wacana tentang pembatasan BBM bersubsidi," katanya.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close