ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Berau Coal Bangun Infrastruktur US$280 Juta
Rabu, 15 Agustus 2012 | 11:02

JAKARTA-Perusahaan tambang batubara PT Berau Coal November tahun ini mulai membangun infrastruktur pembangkit listrik berkapasitas 2x20 Mega Watt serta proyek overland conveyor belt sepanjang 43 kilometer di lokasi penambangan Binungan, Kalimatan Timur.

Total investasi yang dibutuhkan untuk dua proyek tersebut mencapai US$280 juta (sekitar Rp2,6 triliun), ungkap Presiden Direktur Berau Coal Rosan Perkasa Roeslani kepada pers di Jakarta, Selasa malam (14/8).

Pembangunan kedua proyek besar ini sebagai upaya Berau Coal menekan biaya perusahaan terkait harga batubara dunia yang merosot cukup tajam.

"Tantangan kondisi pasar saat ini mendorong kami untuk lebih kompetitif dan efisien. Salah satunya dengan membangun infrastruktur transportasi batu bara untuk menurunkan biaya dan persiapan peningkatan produksi yang signifikan pada tahun mendatang," katanya.

Menurut Rosan, proyek conveyer belt (ban berjalan untuk mengangkut batu bara) akan menelan investasi hingga US$200 juta.

"Conveyer belt ini akan menjadi yang terpanjang di Indonesia dan ditargetkan mampu mengangkut batubara 3.000 ton/jam atau 17 juta ton/tahun," katanya.

Sementara investasi PLTU batubara mencapai US$80 juta. "Kedua proyek diharapkan bisa rampung pada awal 2015," ujarnya.

Seluruh kebutuhan dana investasi untuk ke dua proyek tersebut akan dipenuhi dari kas perusahaan. "Dana kas kami sekarang lebih dari 500 juta dolar. Nilai proyek di bawah itu sehingga tidak perlu cari pinjaman," kata Rosan.

PT Berau Coal yang berdiri sejak April 1983 merupakan perusahaan generasi pertama yang menandatangani Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B).

Luas areal konsesi Berau Coal di Kabupaten Berau, Kaltim, mencapai 118.400 hektare. Sementara cadangan terbukti per 2011 mencapai 467 MMT.

Saat ini saham PT Berau Coal sebanyak 90 persen dimiliki oleh PT Berau Coal Energy Tbk dan 10 persen milik Sojitz Corporation. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close