Armida: Konversi BBM ke BBG Sebuah Keharusan
Rabu, 22 Februari 2012 | 0:15
Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana (tengah) didampingi Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Prasetijono Widjojo dan Staf Khusus Menteri PPN Dedi M Masykur Riyadi, berbincang saat akan jumpa pers terkait kinerja pembangunan nasional 2011 di Kantor Kemeneg PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (3/1). Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO JAKARTA- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menyatakan, konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) adalah sebuah keharusan, baik untuk jangka panjang maupun menengah.
"Konversi BBM itu harus dilakukan, baik untuk jangka panjang maupun menengah. Coba tengok negara lain, mereka juga melakukan konversi. Sekarang kita utamakan untuk sarana transportasi lebih dulu," kata Armida usai melantik Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa.
Menurut Armida, opsi-opsi terkait kenaikan harga maupun pembatasan BBM adalah satu paket. "Opsi-opsi tersebut harus dikaji dengan cermat karena asumsi makro saat ini sudah berubah," kata Armida.
Ia menjelaskan, akan ada sedikit penambahan dalam APBN karena kini harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah di atas US$110, sedangkan asumsinya adalah US$90.
Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala BPS Suryamin menambahkan, BPS tengah mengkaji dampak kenaikan harga maupun pembatasan BBM terhadap tingkat inflasi.
"Saat ini kami sedang mengkaji dampak kenaikan harga BBM kalau naik sebesar Rp500 per liter. Sudah jelas akan berdampak ke arah inflasi. Kalau harga BBM naik, harga-harga lain juga pasti ikut naik," kata Suryamin. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!