Apapun Opsi Terkait BBM Jangan Bebani Nelayan
Senin, 20 Februari 2012 | 13:24
Pembatasan bbm. (Karikatur Investor Daily) JAKARTA-Kombinasi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentang pembatasan konsumsi bertahap sekaligus konversi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG) serta kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi janganlah diberlakukan untuk nelayan.
"Sebab pengeluaran terbesar bagi para nelayan itu di BBM, sekali melaut sekitar 60 sampai 70 % pengeluaran untuk biaya BBM," kata anggota Komisi IV DPR RI Tamsil Linrung di Jakarta, Senin (20/2).
Karenanya, ia menambahkan, wajar apabila pemerintah memberikan subsidi khusus BBM untuk nelayan sehingga apapun opsi yang diberlakukan janganlah memberatkan nelayan.
Tamsil menjelaskan, subsidi khusus tersebut ideal sebesar 50% dari harga BBM umum dan pelaksanaan subsidi khusus bagi nelayan tersebut mekanismenya disalurkan melalui SPBU-SPBU khusus nelayan.
Politisi ini mengatakan bahwa pemerintah sesungguhnya sedang melakukan "test case" terhadap wacana kenaikan harga BBM, yang sebenarnya menjadi opsi satu-satunya untuk kondisi saat ini. Namun, pemerintah cenderung menahan langkah tersebut untuk melihat reaksi pasar dan momentum yang tepat agar tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
Jika opsi kenaikan BBM dilakukan, lanjut Tamsil, maka pemerintah harus melakukan lima hal yakni konsisten melakukan pengawasan,menjaga faktor-faktor yang memicu inflasi, segera menjalankan program penghematan, segera menjalankan penggunaan BBG dan ke lima jangan diterapkan kepada nelayan dan usaha kecil lainnya, katanya.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!